Berita Palembang

Jam Ampera Buat Wong Kito Bingung, Ikuti Waktu Indonesia Timur?

Pemandangan tak biasa terjadi di ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera. Jam masih menunjukan pukul 08.10 WIB namun jam analog

Jam Ampera Buat Wong Kito Bingung, Ikuti Waktu Indonesia Timur?
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Jam di Ampera saat ini kelebihan dua jam membuat warga Palembang bingung, Senin (6/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Pemandangan tak biasa terjadi di ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera. Jam masih menunjukan pukul 08.10 WIB namun jam analog yang ada di Jembatan Ampera sudah menunjukan pukul 10.10 WIB.

Jam berukuran raksasa tersebut sengaja didatangkan langsung dari Jepang dengan diameter 5,5 meter. Namun pantauan Sripoku.com, jam tersebut justru tidak jalan seperti yang diinginkan.

Jam yang digadang-gadang dapat bertahan selama 30 tahun tersebut justru telat selama dua jam. Warga Kota Palembang yang melintas di jembatan pun heran mengapa jam baru tersebut dapat telat.

"Ngikuti waktu Indonesia timur jamnyo kecepatan dua jam," ujar Romsa, Senin (6/8).

Baca:

Jadwal dan Harga Tiket Lengkap Pertandingan Cabor Sepakbola Wanita Asian Games 2018 di Palembang

Tutup Bursa Transfer 2018, Sriwijaya FC Masih Dipatok Target Lama

Hal serupa diungkapkan Edward pengendara lainnya yang kebetulan tengah melintas di atas jembatan Ampera. Menurutnya, dirinya tidak menyadari jam analog yang ada berjalan lebih cepat dua jam.

"Iyo tadi saya dari stasiun KA Kertapati. Sampai Ampera jam 8.10 WIB. Namun kok ada yang beda ketika liat jam sudah menunjukan pukul 10.10," ujarnya heran.

Lanjutnya, hal ini merupakan kejadian yang menarik sekaligus membuat geleng-geleng Kepala. Pasalnya menurut Edward, Jam yang didatangkan dari Jepang tersebut seharusnya dapat berjalan sesuai tepat waktu. Sehingga nantinya ketika tamu Internasional datang tidak mengundang gelak tawa.

"Harus segera diperbaiki kalau enggak, bisa malu di depan tamu Internasional yang datang ke Palembang," ungkapnya. (*)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved