Seleksi Calon Bawaslu Palembang Dipersoalkan

Direktur Eksekutif ForDes Drs Bagindo Togar Butar Butar meminta agar tes seleksi calon pimpinan Bawaslu Kota Palembang 2018 transaparan.

Seleksi Calon Bawaslu Palembang Dipersoalkan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Drs Bagindo Togar Butar Butar 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sumsel (ForDes) Drs Bagindo Togar Butar Butar meminta agar tes seleksi calon pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang 2018 transaparan.

Pasalnya menurut pengamat sosial politik ini menilai banyak pihak berkepentingan di dalamnya. Bahkan pengaruh penguasa baik kepala daerah, parpol atau ormas tertentu memiliki pengaruh besar dalam lolos tidaknya calon tersebut.

Menurut mantan Ketua IKA FISIP Unsri ini, banyak pihak di kalangan publik, mensinyalir proses seleksi untuk penentuan dalam jabatan politik, seperti anggota Bawaslu, KPU atau lembaga Adhoc sejenis, acapkali tak lepas dari intervensi pejabat maupun partai politik kelompok penguasa atau ormas tetentu.

"Katakanlah, proses dan mekanisme seleksinya berbasis koneksi plus konspirasi. Apalagi hasil tes selama ini tidak disampaikan secara transparan," ungkap Bagindo, Kamis (2/8).

Sudah menjadi rahasia umum, para elite politik yang sangat berkepentingan, terhadap penyelenggaraan pemerintahan kedepan, yang merupakan representasi produk sistem demokrasi secara periodik.

"Beragam instrumen politik yang menentukan struktur pemerintahan tersebut, tentunya akan diperhatikan dam dikawal secara khusus, guna melanggengkan kepentingan- kepentingan kelompo, juga elite politik yang concern terhadap Kekuasaan dalam pemerintahan," kata pria asal Sumatera Utara ini.

Memang, secara faktual memang sulit, untuk membuktikan aroma menyengat "Koneksi dan Konspirasi" dalam proses seleksi itu.

Tapi bila dirunut atau mau juga untuk melakukan pembuktian terbalik secara investigatif, peluang untuk menemukan benang merah antara para anggota atau komisioner terpilih nanti, dengan panitia seleksi ( juga penentu siapa yang menjadi Pansel ), akan terlihat secara terang benderang, standarisasi, koneksivitas , model konspirasinya, organ, dan aktor-aktornya.

"Kalau begini terus menerus, pola dan kondisinya, kita jangan berharap banyak untuk optimis, tegaknya sistem serta kultur demokrasi yang berintegritas, kredibel, berkeadilan juga yang kelak mempercepat pemerataan pembangunan yang mensejahterakan rakyat," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved