Berita Palembang

Modernisasi Penyelenggaraan Peradilan, Peradi Sumsel Sosialisasi Perma e-Court, Bisa Via Online

Ketua DPC Peradi Palembang Hj Nurmalah SH MH mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan untuk menggelar sosialisasi

Modernisasi Penyelenggaraan Peradilan, Peradi Sumsel Sosialisasi Perma e-Court, Bisa Via Online
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketum DPN Peradi Dr Fauzi Yusuf Hasibuan, SH MH didampingi Ketua DPC Peradi Palembang Hj Nurmalah SH MH, Ketua Bidang Pengangkatan Advokat Irwan Hadinata SH MH dan Sekjen Dewan Kehormatan Said Damanik SH MH menyerahkan cenderamata kepada Ketua PT Palembang Ohan Burhanudin Purwawangca SH MH. 

Dikatakannya jumlah advokat Peradi ada 1.000 lebih untuk wilayah Sumsel. Peradi masih membuka pendidikan advokat, menerima advokat baru karena masyarakat Indonesia ini seratus berapa juta.

Ketika ada masalah hukum kadang-kadang di daerah tidak bisa tersentuh oleh advokat. Maka Peradi harus melayani di seluruh Sumsel harus ada advokat Peradi.

"Seluruh kabupaten/kota ada. Ada koordinator-koordinator. Menyentuh ke masyarakat desa. Dengan penduduk Sumsel 6 jutaan, idealnya lebih dari 2 ribu advokat. Kita tadi kan baru baru 2 ribu ya. Masih kurang banyak. Ini kan banyak dari daerah-daerah. Saya berharap mereka tidak hanya praktek di kota, tetapi menyebar ke kabupaten-kabupaten," ujarnya.

Menfhadapi tantangan advokat muda, sekarang ini kan hukum makin berkembang apalagi sudah masyarakat ekonomi Asia. Jadi bagi yang kurang belajar, kurang menjaga nama baik, maka siap-siap akan runtuh sendiri.

Karena bayangkan ribuan advokat Sumsel kalau tidak pandai berkompetisi, itu akan hilang dengan sendirinya. Boleh dibilang advokat perempuan ada berapa. Yang muncul berapa.

"Saya berharap advokat baru ini sealu tumbuh dan tetap eksis agar fokus menjalankan tugas. Kalau kita fokus, ulet, Insya Allah sukses dan nama baik harus dijaga. Jangan nipu klien, jangan mencari-cari perkara, menerima perkara itu harus ada dasar hukumnya, sepakat, percaya dengan kita.

Menurut saya Peradi banyak peminatnya, cuma untuk menjadi anggota Peradi tidak gampang karena dia zero KKN. Banyak yang tidak lulus. Tiga tidak lulus Peradi, ikut yang lain. Kalau yang diterima ini ada murni, bersih dengan kepintaran mereka," pungkasnya.

Baca: Tahu Jika Dijebak, Ini Pesan Terakhir Driver Taksi Online yang Tewas di Sumedang

Baca: Gara-Gara Pesan Berantai Ini, Kepsek SMAN 3 Lahat Ditinggal Guru & Siswa

Baca: Sempat Mogok di Hari Pertama Dibuka Untuk Umum, Masyarakat Palembang Tetap Antusias Naik LRT

Baca: Filmnya Rating Terendah, Boy William Keceplosan, Sebut Terpaksa Mesra-mesraan dengan Ayu Ting Ting

Baca: Hati-hati Melintas Disepanjang Jalan Negara Simpang Mbacang-Kerinjing, Rawan Kecelakaan

Baca: Curhat Manda Cingi, Jebolan SFC U-21 yang Batal Kembali ke Laskar Wong Kito

Baca: Tim Pengawas dan Evaluasi Pantau Progres Jembatan Gantung di OKU, Begini Komentarnya

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved