Kepala BPS Menyebut Beras dan Rokok Berpengaruh Besar pada Tingkat Kemiskinan

Kepala BPS Suhariyanto menyebut, beras dan rokok merupakan komoditas yang berpengaruh besar pada tingkat kemiskinan masyarakat.

Kepala BPS Menyebut Beras dan Rokok Berpengaruh Besar pada Tingkat Kemiskinan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Kepala Badan Pusat Stratistik Suhariyanto menyebut, beras dan rokok merupakan komoditas yang berpengaruh besar pada tingkat kemiskinan masyarakat.

Berita Lainnya:
Jadi Salah Satu Provinsi Produsen Beras Nasional, Sumsel Ditargetkan Bangun Irigasi Sejuta Hektar

Naik turunnya harga dua komoditas tersebut sangat mempengaruhi inflasi dan kemampuan daya beli masyarakat.

"Komoditas yang besar pengaruhnya, beras di posisi pertama, kemudian rokok. Temuan ini selalu terjadi dari waktu ke waktu," ujar Suhariyanto dalam Forum Merdeka Barat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (30/7/2018).

BPS mencatat, tingkat kemiskinan Indonesia pada Maret 2018 sebesar 9,82 persen. Angka tersebut dianggap prestasi karena pertama kalinya tingkat kemiskinan berada di angka single digit. Namun, pada Maret 2018 terjadi kenaikan harga beras cukup tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah sangat menjaga harga pangan, terutama beras yang menjadi komoditas pangan utama.

"Fluktuasi harga beras akan berpengaruh ke kemiskinan karena pengaruhnya cukup besar," kata Suhariyanto.

Namun, permasalahannya ada pada komoditas rokok. Selama ini, meski cukup mahal, harga rokok cenderung stabil dan tak mengalami fluktuasi. Kenaikannya biasanya bertahap dan terukur.

Suhariyanto menyebut rokok mempengaruhi tingkat kemiskinan karena sebenarnya bukan bahan makanan pokok, namun tingkat konsumsinya tinggi. Bahkan penduduk di bawah garis kemiskinan pun banyak ditemui masih mengkonsumsi rokok.

"Salah satu konsumsi besar dari penduduk miskin adalah rokok," kata dia.

Oleh karena itu, ia mendorong agar cukai rokok naik. Dengan demikian, harganya semakin mahal dan masyarakat, terutama yang taraf hidupnya rendah, berpikir ulang untuk membeli rokok.

"Ada wacana harga rokok ditingkatkan saja agar masyarakat miskin tidak beli rokok. Dan perlu edukasi bahwa rokok itu tidak sehat," kata Suhariyanto.

Penulis: Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://ekonomi.kompas.com/ dengan Judul:
Beras dan Rokok Berpengaruh Besar pada Tingkat Kemiskinan

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved