Berita Palembang

Gunakan Pewarna Alami, Kain Tenun dan Jumputan Khas Palembang Diminati Warga Malaysia

Warna-warni kain khas Palembang tersusun rapi di Griya Kain Tuan Kentang yang terletak di Pusat Kain Tenun dan Jumputan Palembang.

Gunakan Pewarna Alami, Kain Tenun dan Jumputan Khas Palembang Diminati Warga Malaysia
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Warna-warni kain khas Palembang tersusun rapi di Griya Kain Tuan Kentang yang terletak di Pusat Kain Tenun dan Jumputan Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Warna-warni kain khas Palembang tersusun rapi di Griya Kain Tuan Kentang yang terletak di Pusat Kain Tenun dan Jumputan Palembang.

Beragam motif yang ada terasa apik saat dipadupadankan dengan kain polos yang kemudian bisa disulap menjadi gaun panjang wanita. Tak hanya itu, jenis kain ini juga tampak elegan saat dibentuk menjadi blus tunik dan kemeja pria.

Sehingga tak mengherankan bila kain dan produk turunannya ini diminati tak hanya masyarakat Indonesia saja namun juga oleh warga negara tetangga.

"Sering turis-turis Malaysia datang ke sini untuk membeli kain, baju dan pernak-pernik lain yang dijual di sini," ujar Irma, salah satu karyawan Griya Kain Tuan Kentang, Sabtu (28/07/2018).

Warna-warni kain khas Palembang tersusun rapi di Griya Kain Tuan Kentang yang terletak di Pusat Kain Tenun dan Jumputan Palembang.
Warna-warni kain khas Palembang tersusun rapi di Griya Kain Tuan Kentang yang terletak di Pusat Kain Tenun dan Jumputan Palembang. (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

Baca:

Pas Audisi Jadi Bahan Hinaan Lalu Diusir, Waode Sofia Ternyata Bergelar Bangsawan, Ini Arti Namanya

Bus Jemaah Haji Indonesia Dikabarkan Terbakar, Sopir Asal Banyuwangi Tewas di Tempat, Ini Faktanya!

Motif yang bisanya diburu oleh pencinta kain etnik Palembang sebagian besar motif setengah polos, Jumputan dan juga motif klasik Titik Tujuh yang menggunakan bahan pewarna alami.

"Pewarnanya menggunakan pewarna alami dari daun-daunan, kulit jengkol dan juga buah gambir," tambahnya.

Harga yang ditawarkan untuk  kain jumputan ini mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000 untuk kain sepanjang 3 meter. Sedangkan untuk jenis kain tenun Palembang berkisar antara Rp 2-3 juta per meternya.

Baju jadi hasil kreasi kain jumputan ditawarkan dengan harga yang cukup ramah di kantong yakni Rp 180.000 sampai Rp 200.000 per potongnya.

"Kami juga mengkresasikan kain-kain tersebut menjadi kalung dan sandal," lanjut Irma.

Beraneka model kalung tersebut dipatok dengan harga Rp 50.000 per buahnya sementara untuk sandal dibanderol dengan harga mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 200.000.

Selain dapat membeli kain khas Bumi Sriwijaya, di sepanjang Sentra Kain Tenun dan Jumputan Palembang yang terletak di Jalan Aiptu A. Wahab, Tuan Kentang Seberang Ulu I Kota Palembang ini pula, pengunjung dapat melihat langsung proses penenunan dan pewarnaan kain oleh pengrajin.

Beberapa warga sekitar yang berprofesi menjadi pengrajin tidak segan untuk menunjukkan proses pembuatan kain-kain cantik ini. (*)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved