Berita Palembang

Tim Advokasi Sarimuda-Rozak Optimis Paslon No.1 Didiskualifikasi, Ajukan 57 Bukti Kecurangan ke MK

Sebanyak 57 alat bukti dari kuasa hukum Sarimuda-Rozak diterima oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pada gugatan sengketa

Tim Advokasi Sarimuda-Rozak Optimis Paslon No.1 Didiskualifikasi, Ajukan 57 Bukti Kecurangan ke MK
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Tim Advokasi Sarimuda-Rozak 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 57 alat bukti dari kuasa hukum Sarimuda-Rozak diterima oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pada gugatan sengketa pilkada dengan perkara nomor : 25/PHP.KOT-XVI/2018.

Ketua tim Advokasi Sarimuda-Rozak mengaku dari hasil sidang pertama gugatan pihak MK telah menerima alat bukti yang diajukan tanpa ada catatan.

"Kita sudah bacakan permohonan pada sidang perdana kemarin, alhamdulillah semua alat bukti kita diterima majelis serta tak mendapatkan catatan," ujar ketua tim advokasi Sarimuda-Rozak, Rizki Syaputra, Jumat (27/7).

Rizki menjelaskan, ke 57 alat bukti tersebut berisikan kecurangan yang terstruktur, masif dan sistematis dari paslon nomor urut 1 dalam pilkada serentak 27 Juni kemarin.

Adapun alat bukti berisikan video, dokumen dan surat pernyataan.

"Kita tidak bahas masalah hasil rekapitulasi, kita mempersoalkan kecurangan yang sistematis, masif dan terstruktur pada saat tahapan sebelum dan sesudah pilkada," tegasnya.

Selain dugaan kecurangan secara sistematis, pihaknya juga menyoal mengenai perwali dari Pjs walikota Palembang mengenai kenaikan intensif RT/RW yang belum disahkan oleh DPRD Palembang.

Dengan banyaknya bukti yang telah diterima majelis hakim, Rizki optimis bahwa paslon no 1 akan didiskualifikasi dari pilwako Palembang.

"Kita optimis paslon 1 akan didiskualifikasi karena kecurangan yang mereka perbuat," harapnya.

Sementara, sidang perdana gugatan sengketa pemilihan walikota Palembang antara pemohon paslon Sarimuda-Abdul Rozak dengan termohon KPU Kota Palembang telah selesai dilaksanakan di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (26/7).

Dalam gugatannya tim Advokasi Paslon nomor urut dua sebagai pemohon mengajukan keberatan kepada MK dan meminta dibatalkannya keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Palembang mengenai hasil perolehan suara, Nomor. 175/PL.03 6-Kpt/1671/KPU-Kpt/Vll/2018.

Baca: Tidak Tergolong Lahan Gambut, Warga Lahat Tetap Waspada Karhutla, Ini yang Harus Dilakukan

Baca: Bakal Jadi Destinasi Wisata Andalan Ogan Ilir, Bibir Sungai Ogan Jadi Pantai, Kunjungi di Sini!

Baca: Jelang GBT Dini Hari Nanti, Ini Niat dan Cara Salat Sunah Gerhana Bulan Lengkap

Baca: Berkat Penelitian Jola-jola, Siswa SMP N 54 Palembang Ini Rebut Medali Emas Ajang OPSI

Baca: Berkat Penelitian Jola-jola, Siswa SMP N 54 Palembang Ini Rebut Medali Emas Ajang OPSI

Baca: Cerita Haru Denada Saat Anaknya Shakira Sadar Rambutnya Mulai Botak ‘Aku Tutup Kaca dengan Koran’

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved