Berita Palembang

Asian Games Tinggal Menghitung Hari, Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Sumsel beberapa waktu terkahir mulai terasa dampaknya di kota Palembang.

Asian Games Tinggal Menghitung Hari, Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kabut asap mulai terlihat menyelimuti Palembang di kawasan Musi II Palembang, Rabu (25/7/2018) pagi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Sumsel beberapa waktu terkahir mulai terasa dampaknya di kota Palembang.

Akibat lahan terbakar tersebut kabut asap tipis mulai menyelimuti kota Palembang, Kamis (25/7/2018) pagi.

Dari pantauan Sripoku.com kabut asap nampak terlihat di langit kota pempek.

Pengendara yang mulai menyadari adanya kabut asap itu pun langsung menggunakan masker dan menghidupkan lampu light on ketika melintas di jalan Raya.

Mulai nampaknya kabut asap di Palembang dikhawatirkan masyarakat bakal membayangi ajang Asian Games 2018 yang bakal berlangsung pada bulan Agustus di kota Palembang.

Warga pun bertanya-tanya kemanakah pemerintah sebagai pihak berwenang untuk menanggulangi kabut asap.

"Bagaimana ini Asian Games tak sampai satu bulan lagi tetapi kabut asap mulai terlihat," ujar Toriq seorang warga Palembang.

Senada, Andri warga lainnya mengaku cuaca di kota Palembang diselimuti kabut asap bukanlah embun lantaran ketika dihirup nafas terasa sesak dan tak ada kadar airnya seperti embun pagi.

"Ya ini jelas asap meskipun tipis, karena nafas sesak. Semoga pemerintah cepat tanggap karena sebentar lagi Asian Games," harapnya.

 Kasi Data dan informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang mengatakan menurut pengamatan BMKG Sumsel cuaca Bumi Sriwijaya terpantau kabur dibandingkan hari biasanya.

Ia menjelaskan, udara kabur bisa diartikan penyebabnya akibat musim kemarau yang menyebabkan partikel udara kering bercampur dengan debu terangkat kepermukaan udara atas sehingga dapat menyebabkan berkurangnya jarak pandang.

"Udara kabur bukan berarti ada asap, karena musim kemarau bercampur udara kering. Yang jelas jarak pandang masih aman," katanya.

Diakuinya dari pantauan satelit BMKG Sumsel terpantau ada 17 titik hotspot yang tersebar di kabupaten/kota di Sumsel dengan sebaran terbanyak ada di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).

"Untuk hotspot di empat kabupaten yakni OKI, Empat Lawang, Banyuasin, dan Musi Rawas," ungkapnya.

Baca: Indonesia Economic Forum Ajak Anak-anak Sumsel Bangun Perusahaan Sendiri, Begini Caranya

Baca: Golkar Yakin Tetap Jadi Pemenang Pileg di Pagaralam. Ini Strateginya

Baca: Kiper Termahal Dunia Alison dan Patricio Datang, Premier League Dipadati Penjaga Gawang Timnas 

Baca: Kiper Termahal Dunia Alison dan Patricio Datang, Premier League Dipadati Penjaga Gawang Timnas 

Baca: Alan Henrique, Pemain Anyar Sriwijaya FC Tiba Rabu Ini

Baca: Densus 88 Antiteror Kembali Amankan Dua Terduga Teroris, Kapolda Sumsel: Statusnya Masih Terperiksa

Baca: Sempat Terkendala, Akhirnya Pembebasan Lahan Jembatan Musi VI Temui Titik Terang

Baca: Jarang Muncul di Layar Kaca & Lahirkan Bayi Kembar, Penampilan Kadek Devi Tuai Pujian Netizen

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved