Breaking News:

Berita Palembang

3 Pemuda di Palembang Ini Terciduk Petugas Bawa Sajam, Ancaman Hukumannya Sampai 15 Tahun Penjara

Berhasil mengamankan tiga orang pemuda yang membawa senjata tajam, Senin (23/7/2018) sekitar 21.15.

Editor: Siti Olisa
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Buser Polsek Kertapati, pimpinan Kapolsek AKP I Putu suryawan dan Kanit Res Ipda Denny Irawan, saat mengelar Razia premanisme, tadi malam. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Anggota Buser Polsek Kertapati Palembang yang sedang menggelar razia premanisme berhasil mengamankan tiga orang pemuda yang membawa senjata tajam, Senin (23/7/2018) sekitar 21.15.

Ketiga pemuda itu diketahui yakni AI (17) dan Didit Ari Susanto (32) warga Jalan Abi Kusno Cs, serta Dedi (25) warga Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang.

Ketiganya ditangkap petugas masing-masing berada di dekat seputaran rumah mereka Sementara, Kapolsek Kertapati I Putu Suryawan didampingi Kanit Res, Ipda Denny Irawan, keduanya yang memimpin langsung razia tersebut mengatakan, razia yang dilakukan mereka untuk menciptakan kondisi Kamtibmas yang kondusif jelang Asian Games 2018.

“Buser Polsek Kertapati, Satgas Premanisme Polsek Kertapati menggelar razia hunting. Didapati tiga pria kedepatan membawa sajam yang diselipkan di pinggang,” ungkapnya.

I Putu mengatakan, ketiga pelaku langsung diamankan dan akan dikenakan UU Darurat Tahun 1951 dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

“Akan kita kembangkan apakah mereka ini terlibat tindak pidana lainnya,” kata I Putu.

Selain tiga pria membawa sajam, lanjut I Putu, pihaknya juga mengamankan dua orang terduga preman yang sedang melakukan aksi pemalakan terhadap sopir-sopir truk dan sepasang kekasih yang berada
di tempat gelap.

“Ketika ditangkap, satu pelaku pemalakan menolak dibawa karena berkilah. Padahal kita lihat dia meminta uang kepada sopir. Barang bukti kita amankan uang Rp2 ribu dan sopir sudah dimintai keterangan,” ungkapnya.

Sedangkan, Didit mengatakan sajam yang dibawanya bukan untuk melakukan aksi kejahatan. “Saya baru selasai buat kandang ayam Pak. Belum sempat pulang ke rumah, jadi pisau itu saya masukan ke tas,” kata Didit.

Hal senada diungkapkan Dedi dan AI. Mereka mengatakan sajam dibawa untuk berjaga-jaga bukan untuk melakukan aksi kejahatan. “Pisaunya kami selipkan di pinggang. Untuk jaga diri Pak,” kata keduanya.

Baca: Asian Games 2018 Semakin Dekat, Berikut Daftar Penginapan Murah di Palembang Mulai Rp 69 Ribu

Baca: Sisihkan 600 Pesaingnya, 34 Anggota Paskibraka Terpilih Mulai Lakukan Ini Hadapi HUT RI ke-73

Baca: Solidaritas Perempuan Palembang Tuntut Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria

Baca: Asian Games 2018 Semakin Dekat, Berikut Daftar Penginapan Murah di Palembang Mulai Rp 69 Ribu

Baca: Sisihkan 600 Pesaingnya, 34 Anggota Paskibraka Terpilih Mulai Lakukan Ini Hadapi HUT RI ke-73

Baca: Solidaritas Perempuan Palembang Tuntut Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria

Baca: Jokowi Kumpulkan Ketua Partai Usai Bahas Negara Pas Makan Malam, Hidangannya Bikin Salfok & Ngiler

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved