Berita Palembang

174 Perusahaan Diajak Rakor Pengendalian Karhutla

Siaga Karhutla telah ditetapkan Gubernur dibagi menjadi tiga zona, yaitu hijau berarti normal, kuning berarti awas dan zona merah waspada.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso

Laporan wartawan sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sebanyak 174 perusahaan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian Karhutla di lingkungan Perusahaan, Perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Balai Prajurit Markas Korem 044/Gapo, Selasa (24/7/2018).

Rakor tersebut dipimpin Dansatgas Karhutbunla Provinsi Sumsel yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman SE.

Dansatgas Kolonel Inf Iman Budiman, SE mengatakan, Siaga Karhutla telah ditetapkan Gubernur Sumsel yang dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau berarti normal, zona kuning berarti awas dan zona merah waspada.

Seluruh Satgas Karhutbunla sudah bergerak di lapangan dan sudah 90 persen tugasnya telah dilaksanakan.

“Sejak tanggal 20 Juli hingga 5 September 2018 merupakan zona merah, semua personel dan perlengkapan sudah siap berada di lokasi rawan Karhutbunla dengan tugas masing-masing, yang terdiri dari Subsatgas darat, Subsatgas udara, Subsatgas penegakkan hukum, Subsatgas sosialisasi dan penerangan, Subsatgas kesehatan dan Subsatgas doa,” ungkap Kolonel Budiman.

Dansatgas juga menyampaikan antisipasi Satgas terhadap perilaku masyarakat dalam mengolah lahan dengan cara membakar.

Ini adalah tindakan/perilaku yang salah, dan perlu diberi pengertian kepada masyarakat untuk tidak membakar.

“Mari kita sama-sama melaksanakan tugas membantu pemerintah dalam menanggulangi kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah Sumsel, dalam waktu dekat di Kota Palembang akan digelar Asian Games, dan harus bebas asap, dengan menjaga wilayah masing-masing agar tidak muncul api,” jelas Dansatgas.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Penanggulangan Bencana Alam H Yulizar Dinoto SH menyampaikan, pada akhir-akhir minggu ini telah terjadi kebakaran di beberapa wilayah di Sumsel yang diakibatkan oleh cara-cara pembukaan lahan maupun yang lainnya.

“Untuk itu kita harus segera bertindak jangan sampai muncul api, apalagi pelaksanaan Asian Games sudah dekat, kita harus sukseskan dengan tidak ada asap akibat kebakaran,” kata Noto.

Noto mengajak kepada seluruh instansi terkait yang tergabung dalam Satgas Karhutbunla Provinsi Sumsel dan para pengusaha, perkebunan dan HTI untuk terus bekerjasama dalam menanggulangi kebakaran hutan, kebun dan lahan dengan melakukan berbagai upaya pencegahan.

“Mari kita sama-sama jaga jangan sampai ada kebakaran di wilayah Sumsel,” pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved