Mukesh Ambani Geser Jack Ma Sebagai Orang Terkaya Asia

Posisi bos Alibaba Group Holding, Jack Ma, sebagai orang terkaya se-Asia tergusur. Kini predikat tersebut dipegang konglomerat India, Mukesh Ambani.

Mukesh Ambani Geser Jack Ma Sebagai Orang Terkaya Asia
Entrackr
Mukesh Ambani dan Jack ma 

SRIPOKU.COM , HONG KONG. Posisi bos Alibaba Group Holding, Jack Ma, sebagai orang terkaya se-Asia tergusur. Kini predikat orang paling tajir se-kawasan Asia dipegang konglomerat India, Mukesh Ambani.

Dilansir dari Kontan.co.id , Ambani adalah pemilik Reliance Industries Ltd, konglomerasi bisnis yang bergerak dibidang penyulingan minyak, petrokimia, ritel hingga bisnis telekomunikasi India.

Kenaikan harga saham Reliance Industries membuat harta kekayaan Ambani ikut terkerek. Mukesh Ambani juga  seorang pengusaha dan milyader asal India. Ia menjabat sebagai pemimpin, direktur pengelola, dan pemilik saham terbesar di Reliance Industries, perusahaan swasta terbesar di India yang termasuk dalam perusahaan Fortune 500

Mukesh Ambani, Ketua Reliance Industries, pada peluncuran Jio pada bulan September 2016
Mukesh Ambani, Ketua Reliance Industries, pada peluncuran Jio pada bulan September 2016 (yourstory.com)

 
Jumat (13/7), harga saham Reliance Industries naik 1,6% ke rekor tertingginya sebesar 1.099,8 rupee per saham. Alhasil, menurut data Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Ambani menanjak menjadi US$ 44,3 miliar.

Jumlah ini menyalip harta Jack Ma yang berdasarkan penutupan perdagangan saham, Jumat (13/7), tercatat US$ 44 miliar. Kekayaan Ambani dengan Jack Ma berselisih sekitar US$ 300 juta.

Sepanjang tahun ini, harta Ambani bertambah sebanyak US$ 4 miliar. Ini tak lepas dari strategi bisnis Ambani terutama dengan menggandakan kapasitas bisnis petrokimia. Serta menggenjot bisnis telekomunikasi. Awal bulan ini, taipan itu mengumumkan rencana menambah  215 juta pelanggan telekomunikasi untuk memperluas jangkauannya.

Sementara, Jack Ma rada apes tahun ini. Dari awal tahun hingga saat ini, kekayaan Ma tergerus sebanyak US$ 1,4 miliar.

"Kita perlu memperluas cakrawala pandangan kita dengan Reliance. Mereka dalam proses yang benar-benar transformasional," kata Nitin Tiwari, analis di Antique Stock Broking yang berbasis di Mumbai.

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved