Berita Palembang

Tuai Polemik, Larangan Parkir di Jalan Sudirman Wajib Dipasang Rambu dan Dibuatkan Perda

Larangan parkir kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Palembang hingga kini masih menuai polemik

Tuai Polemik, Larangan Parkir di Jalan Sudirman Wajib Dipasang Rambu dan Dibuatkan Perda
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Petugas Dishub saat menertibkan sejumlah kendaraan di Jalan Jendral Sudirman beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Larangan parkir kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Palembang hingga kini masih menuai polemik, tak sedikit warga yang belum mengetahui larangan tersebut hingga mengakibatkan kendaraan mereka digembok paksa oleh Dishub Palembang.

Pengamat Transportasi Sumsel, Syaidina Ali mengaku pada dasarnya larangan parkir di sepanjang Jalan Sudirman sangat baik untuk mengurai kemacetan jalan Asian Games 2018.

Hanya saja, lantaran minimnya sosialisasi menyebabkan cara yang diterapkan terbilang belum maksimal.

"Tujuannya bagus, tapi caranya salah. Harusnya itu ada sosialiasi dulu jangan langsung tindak," ungkap Syadina Ali, Selasa (17/7/2018).

Baca: Dianggap Biang Kemacetan, Dishub Sumsel Tegaskan Taksi Online Dilarang Ngetem di Jalan Protokol

Baca: Pelaku Curanmor Kembali Beraksi, Motor Gadis Ini Hilang di Parkiran Jalan Sudirman Palembang

Menurut mantan Kadishub Palembang ini, untuk menerapkan larangan parkir di kawasan Sudirman terlebih dahulu harus dibuat Peraturan Daerah (Perda) oleh Pemkot Palembang.

Petugas Dishub saat menertibkan sejumlah kendaraan di Jalan Jendral Sudirman beberapa waktu lalu.
Petugas Dishub saat menertibkan sejumlah kendaraan di Jalan Jendral Sudirman beberapa waktu lalu. (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Selain itu, rambu-rambu dilarang parkir juga wajib dipasang di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Palembang dan sosialisasi wajib digalakkan setiap hari. Dengan demikian masyarakat dapat mengerti larangan tersebut.

"Sosialisasi dulu baru ada tindakan, buatlah perda dan pasang rambu petunjuk agar orang tahu. Penindakan juga harus ada dasar hukumnya, jadi tak ada yang dirugikan," tegas Syadina Ali.

Ia menambahkan, jika pemerintah serius mengurai kemacetan angkutan antar kota serta travel dari luar kota yang kerap parkir di beberapa titik seperti Masjid Agung, 7 Ulu, Atmo dan lain-lain harus diarahkan masuk ke Terminal.

Baca: Meski Dilarang, Para Pengendara Tetap Parkir di Bahu Jalan, Ini Sanksi Tegas Dishub

Baca: Dinilai Biang Kemacetan, Dishub Kota Palembang Tertibkan Kendaraan Parkir Berlapis di Bahu Jalan

"Warga pasti mendukung untuk urai kemacetan asal jelas sosialisasi dan dasar hukumnya. Ajak juga Polisi dan Pol PP jika ingin terapkan larangan parkir. Jika semua sudah diterapkan warga pasti ngerti," harap Syadina Ali. 

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved