Berita Palembang

Operasional LRT Palembang Menunggu Sertifikasi dan Perizinan

Menjelang dan selama Asian Games, masyarakat dapat memperoleh tiket di stasiun Bandara, Bumi Sriwijaya, Cinde dan Jakabaring.

Operasional LRT Palembang Menunggu Sertifikasi dan Perizinan
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
LRT saat dilakukan ujicoba melintasi rel di samping Jembatan Ampera beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Moda transportasi anyar Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan masih menunggu sertifikasi dan perizinan untuk melayani masyarakat Palembang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT, Suranto mengatakan rencananya LRT akan dioperasikan setelah tanggal 20 Juli alias setelah sertifikasi keluar.

Usai mendapatkan izin transportasi penunjang Asian Games tersebut baru dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

"Masih menunggu jadwal fixnya (izin keluar) setelah itu baru bisa melayani masyarakat," ujarnya, Senin (16/5/2018).

Sembari menunggu sertifikasi, Suranto mengaku pihaknya dalam waktu ini terus melakukan berbagai simulasi atau latihan untuk evakuasi, sehingga LRT Sumatera Selatan ini benar-benar menjadi safe and secure beroperasi.

"Setalah proses sertifikasi dan perizinannya keluar, kami juga harus mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan langkah mitigasi,"tegas dia.

Menjelang dan selama Asian Games, masyarakat dapat memperoleh tiket di stasiun Bandara, stasiun Bumi Sriwijaya, stasiun Cinde dan stasiun Jakabaring.

Rencana ada 11 stasiun yang dapat diakses. Dari 11 stasiun tersebut yang dilengkapi dengan eskalator atau travelator baru 4 stasiun, yakni stasiun bandara, stasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun cinde dan Jakabaring.

Adapun untuk pembayarannya masyarakat dapat menggunakan e-money pembayaran dari bank.

"Jika menggunakan uang cash akan disediakan loket dan ditukar dengan secarik karcis yang ada barcode-nya," ungkapnya.

Selain itu, untuk tarifnya untuk sementara diterapkan tarif flat yaitu Rp 5.000 semua stasiun kecuali ke Bandara Rp10.000.

"Dimana-mana di negara di dunia ini transportasi massal disubsidi oleh pemerintah. Subsidi ada yang dalam bentuk uang, kemudahan maupun kompensasi lainnya," jelasnya. (Oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved