Berita Palembang

Harga Telur Ayam di Palembang Capai Rp 27 Per Kilogram, Ternyata Ini Penyebabnya

Sampai Senin (16/7/2018) ini harga telur ayam mencapai harga Rp 27 ribu per kilogram dari harga sebelumnya kisaran harga Rp 18 ribu

Harga Telur Ayam di Palembang Capai Rp 27 Per Kilogram, Ternyata Ini Penyebabnya
Sripoku.com/Rangga Efrizal
Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, H Yustianus dalam pertemuan Selasa, (20/3/2018) mengaku akan mencari cara dalam menstabilkan harga bahan pokok menjelang bulan puasa. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sejak seminggu terakhir harga telur dan daging ayam terus mengalami kenaikkan. 

Sampai Senin (16/7/2018) ini harga telur ayam mencapai harga Rp 27 ribu per kilogram dari harga sebelumnya kisaran harga Rp 18 ribu per kilogram sampai Rp 20 ribu per kilogram.

Menurut Yustianus, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sumatera Selatan saat dikonfirmasi mengungkapkan, pasokan ayam dan telur terganggu akibat gagal panen yang dilakukan oleh para pedagang.

"Persoalan ini menjadi perhatian dari dinas perdagangan karena banyak keluhan dari masyarakat mengenai harga telur dan ayam. Hanya saja memang yang terjadi di lapangan saat ini karena kondisi gagal panen, karena penyakit," ujarnya.

Tingkat konsumsi telur masyarakat yang tinggi saat ini diakui oleh Taufik Gunawan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel sebagai dampak dari meningkatnya suhu udara yang ada di Sumsel.

"Ya benar jumlah produksi peternak telur saat ini turun dari yang sebelumnya 165 Ton menjadi 150 Ton. Kondisi merupakan dampak dari meningkatnya suhu udara. Data penurunan produksi tersebut sudah kami terima sebelumnya dari Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel (AMPS)," ungkapnya.

Untuk itu Dinas Peternakan saat ini berupaya untuk mencarikan jalan keluar agar kondisi produksi dapat meningkat lagi.

"Kita baru tahap pembinaan kepada peternak. Bagaimana mengatasi dampak perubahan suhu ini agar kemampuan produksi yang menurun dapat ditingkatkan kembali. Berbagai upaya telah kami siapkan serta, langkah-langkah antisipasi kedepannya," bebernya.

Sementara, untuk produksi telur oleh peternak tidak hanya disuplai di wilayah sumsel saja, namun para peternak di Sumsel juga menyuplai ke daerah lain, seperti Bengkulu, Bangka Belitung, hingga Jakarta. 

Baca: Ini 10 Aplikasi Android dan iOS yang Dapat Mempercantik Unggahan Instagram Stories, Wajib Dicoba!

Baca: Penjual Tas yang Tuding Syahrini Pakai Tas Palsu Minta Maaf Lagi Usai Disemprot Aisyahrani & Netizen

Baca: Bukan Chris Brown, Ini Pria yang Disebut Sebagai Pacar Baru Agnez Mo, Sudah Diajak ke Indonesia

Baca: Jembatan Musi VI Dipastikan Tidak Selesai Sebelum Asian Games 2018, Ini Kendala Utamanya

Baca: Dianiaya Hingga Tersungkur di Jalan, Ini 5 Fakta Pelajar di Bogor Tewas Usai Nobar Piala Dunia 2018

Baca: Ini Dua Fitur Terbaru WhatsApp, Bakal Permudah yang Buat Pesan Seolah-olah Telah Terbaca

Baca: Dinilai Netizen Salah Kostum, Begini Penampilan Via Vallen Saat Nonton Final Piala Dunia 2018

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved