Berita Palembang

Sempat Sepi Pembeli, Ukiran Kayu Palembang Kembali Dilirik

Selain itu, seni ukir dari bahan kayu memiliki ketahanan usia lebih lama dan harga yang lebih murah bila dibanding dengan bahan lainnya.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Salah satu pegawai toko seni kerajinan ukir Palembang tengah mewarnai salah satu ukiran kayu, Sabtu (14/07/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sempat sepi peminat beberapa waktu lalu, kerajianan seni ukir kayu khas Palembang kini kembali mendapatkan tempat di hati pembeli.

"Ukiran berbahan kuningan cenderung kurang tahan air sehingga pembeli mulai beralih lagi ke ukiran kayu tembesu," ujar pemilik usaha kerajinan seni ukir khas Palembang Duwita Art, Tami, Sabtu (14/07/2018).

Selain itu, seni ukir dari bahan kayu memiliki ketahanan usia lebih lama dan harga yang lebih murah bila dibanding dengan bahan lainnya.

Tami mengatakan, meski bahan dasar kayu bukan lagi dari kayu tua yang kini sudah sedikit susah ditemui, kayu tembesu muda kini menjadi pilihan pengrajin.

Bukan tanpa pertimbangan, usia kayu muda memiliki tekstur yang lembut sehingga tidak memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses pengerjaan ukiran.

"Tembesu tua teksturnya keras dan didatangkan jauh dari Jambi jadi memakan waktu yang cukup lama untuk pengerjaannya," terang Tami.

Salah satu pegawai toko seni kerajinan ukir Palembang tengah mewarnai salah satu ukiran kayu, Sabtu (14/07/2018).
Salah satu pegawai toko seni kerajinan ukir Palembang tengah mewarnai salah satu ukiran kayu, Sabtu (14/07/2018). (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

===

Bentuk ukiran khas Palembang ini juga berbeda dengan ukiran di daerah Jawa, selain itu warnanya pun didominasi warna kuning emas, hitam dan sedikit sentuhan merah disebabkan mendapat pengaruh dari dua kebudayaan yakni Tionghoa dan Arab.

Untuk harga beragam hasil seni ukir ini dipatok dengan harga yang terjangkau, mulai dari 2 jutaan untuk meja, bufet dan meja rias serta 4 jutaan untuk lemari ukuran besar.

Sementara untuk kreasi bentuk kotak tisu, tempat perhiasan, tempat buah dan kotak hantaran pernikahan berkisar antara Rp 200 ribu sampai Rp 400.000.

Beragam produk seni kerajinan ukir khas Palembang.
Beragam produk seni kerajinan ukir khas Palembang. (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

===

Tami mengungkapkan ia bertekad tidak hanya meneruskan usaha kerajinan milik keluarga yang telah dirintis sejak tahun 90 an ini, namun usahanya ini juga sebagai upayanya menjaga produk kerajinan lokal agar tidak hilang di telan kemajuan zaman.

Saat ini memang di sentra ukiran kayu khas Palembang hanya tinggal beberapa toko saja yang masih menjual produk kerajinan ukir ini.

Dahulunya terdapat puluhan toko kerajinan, namun perlahan mulai gulung tikar dikarenakan sulitnya mencari bahan buku dan bersaing dengan produk ukir modern.

"Sebisa mungkin kerajinan ukir ini jangan sampai tergerus terus hilang di tengah serbuan produk-produk modern." ujar Tami.

===

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved