Berita Palembang

Di Tangan 5 Mahasiswa ini Kulit Durian Jadi Berguna, Ternyata Ini Manfaatnya Untuk Masyarakat

Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) bisa membuat kulit durian yang biasa dibuang dan menjadi pencemaran lingkungan lebih bermanfaat.

Di Tangan 5 Mahasiswa ini Kulit Durian Jadi Berguna, Ternyata Ini Manfaatnya Untuk Masyarakat
SRIPOKU.COM/YULIANI
Lima mahasiswa Pendidikan Dokter Unsri yang berhasil mengubah kulit durian lebih bermanfaat. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) bisa membuat kulit durian yang biasa dibuang dan menjadi pencemaran lingkungan lebih bermanfaat.

Di tangan lima mahasiswa Fakultas Kedokteran jurusan Pendidikan Dokter Unsri ini, kulit durian ternyata bisa dimanfaatkan menjadi karbon aktif untuk penyaring limbah.

Kelima mahasiswa Unsri semester dua ini adalah Haidar Ali, Kaima Ishmata Rianti, m
Muhammad Ihsan, Arini Jati dan Siti Hasnah.

Suasana pemanfaatan limbah durian oleh mahasiswa Pendidikan Dokter Unsri.
Suasana pemanfaatan limbah durian oleh mahasiswa Pendidikan Dokter Unsri. (SRIPOKU.COM/YULIANI)

Menurut mereka, awal terciptanya ide kreatif ini setelah kerap melihat tumpukkan kulit durian yang sering kali dibuang dan menjadi limbah durian yang tidak termanfaatkan.

"Padahal Kota Palembang adalah salah satu pasar konsumen durian terbesar di Sumatera. sehingga jumlah sampah kulit durian semakin meningkat " ujar Haidar selaku ketua kelompok, Jumat (13/2018).

Selain itu sebagian besar masyarakat belum dapat menikmati air bersih, karena air yang dikonsumsi dari sungai telah tercemar oleh limbah logam.

"Kami sering melihat ada beberapa banyak tumpukkan kulit durian berada di pasar Kuto Palembang, lantaran pasar Kuto menjadi pemasok durian terbesar di Palembang,” ungkapnya.

Dari sanalah, kelima mahasiswa Unsri ini mencari tahu dan berdiskusi dengan kelompok dengan memanfaatkan kulit durian sebagai alternatif mengatasi pencemaran tersebut.

Ternyata kulit durian mengandung zat Carboxymethylcellulose yang berpotensi menjadi karbon aktif.

"Karbon aktif memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai adsorben (penyerap) limbah logam pada air. Lalu kita mencetuskan produk sorkudu (adsorben kulit durian) sebagai solusi dari dua permasalahan tersebut,” katanya.

Ia dan rekannya berharap, sorkudu tidak hanya menjadi solusi dari mengatasi pencemaran lingkungan, namun juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

"Kita berharap demikian, semoga pemerintah bisa mendorong dan melihat hasil karya yang kreatif ini,” harapnya.

Kegiatan ini juga termasuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan yang difasilitasi oleh kementerian riset dan teknologi (kemenristekdikti) dan dilaksanakan dari bulan April hingga Juli 2018.

Baca: Sedang Live, Ivan Gunawan Tak Sengaja Patahkan Kursi yang Didudukinya, Perhatikan Reaksi Ruben Onsu

Baca: Jokowi Ajak Ibu Negara Naik LRT Pertama Kalinya di Indonesia, Ekspresinya Sumringah

Baca: Sebaiknya Makan Buah Sebelum atau Sesudah Makan? Berikut Jawabannya

Baca: Wafat di Usia 116 Tahun, Begini Cara Hidup Wanita Tertua di Eropa Asal Italia, Giuseppina Projetto

Baca: Warga Desa Pangkalan Gelebak Padati Pinggir Jalan Menunggu Kedatangan Presiden Jokowi

Baca: Pesan Soeharto Kepada Tommy Saat Tersandung Kasus Korupsi dan Pembunuhan, Baru Terlaksana Sekarang

Baca: Dapat Kejutan Ulang Tahun Dari Suami & Anak-Anak, Ussy Sulistiawaty Ungkapkan Rasa Syukurnya

Baca: Sebulan Sebelum Melahirkan, Ibu Hamil Disarankan Konsumsi Buah Kurma, Ternyata Ini Alasannya

Penulis: Yuliani
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved