Iseng Retas Situs Bawaslu dan Ratusan Sistem Pemerintah, Pria Tamat SMP Ini Terancam 10 Tahun Bui

Seorang pria berinisial DS alias Mr Cakil dijerat pasal 30, 32 dan 33 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik

Iseng Retas Situs Bawaslu dan Ratusan Sistem Pemerintah, Pria Tamat SMP Ini Terancam 10 Tahun Bui
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM -- Seorang pria berinisial DS alias Mr Cakil dijerat pasal 30, 32 dan 33 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik lantaran diduga menjebol sistem pengamanan milik lembaga pemerintah.

Atas ulahnya ini pria yang hanya tamatan Sekolah menengah pertama (SMP) asal Bekasi ini diancam 10 tahun penjara atau bui. 

Kepala Subdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Safrudin menerangkan, DS melakukan pembobolan secara ilegal, lalu mengubah tampilan situs menjadi gambar kartun bertuliskan, "Jaman dulu korupsi adalah hal yang memalukan, sekarang menjadi hal yang biasa".

Situs yang diubah oleh Mr Cakil, yakni pada laman http://inforapat.bawaslu.go.id.

Baca: Sosok Mister Cakil Tak Cuma Retas Situs Bawaslu, Polisi pun Kagum Gegara Bobol 60 Web Penting

 DS sudah juga tercatat pernah meretas situs milik pemerintah dan lembaga pendidikan. Diantaranya, DPRD Banten, Dinas Perdesaan Banten, dan Universitas Brawijaya.

Selain itu, sasaran retasnya adalah media-media online. DS baru ditangkap setelah ketahuan meretas Situs Bawaslu.

“Motif tersangka meretas hanya iseng semata dan ia melakukannya secara acak. Dari penyelidikan kami, tidak ada tersangka lain," ujar Asep di Gedung Bareskrim Polri, GambirJakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Berdasarkan keterangan tersangka, ucap Asep, DS melakukan sendiri dan tidak ada orang lain yang memesan untuk meretas situs dengan imbalan uang.

Baca: Buntut Laporan Tim Advokasi Dodi-Giri, KPU Ungkap Belum Terima Laporan Bawaslu

Pelaku yang hanya lulusan SMP mempelajari teknik meretas secara otodidak dari grup di Facebook sejak 2006.

"Selama dua tahun terakhir, ia berhasil meretas lebih dari 100 website yang kebanyakan milik lembaga pemerintah," ucap Asep.

Dalam kasus itu, kata Asep, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebuah handphone LG Magna warna hitam dengan logo mozila firefox, memory card, dan dua buah sim card.

Sebuah akun email dendisaimam5@gmail.com yang terhubung dengan akun facebook Muhammad Acil (Alone) https://www.facebook.com/dendisaimam.1, sebuah CD berisi export akun email dendisaimam5@gmail.com juga disita polisi.

“Imbauan kami untuk masyarakat, jangan sekali-kali melakukan peretasan pada situs apapun, ancaman hukumannya berat,” tutur Asep.

Baca: Bawaslu Bolehkan Parpol Usung Caleg Eks Napi Koruptor, Ini Alasannya

Editor: Reigan Riangga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved