Berita Palembang

Banyak Kecurangan, Ratusan Massa Sambangi Kantor KPU Palembang Tuntut Hasil Pleno Dibatalkan

Kedatangan Ratusan massa menamakan dirinya Garda Alam Pikir Indonesia (GARDA API) Sumatera Selatan, menuntut, Komisi Pemilihan Umum

Banyak Kecurangan, Ratusan Massa Sambangi Kantor KPU Palembang Tuntut Hasil Pleno Dibatalkan
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Ratusan massa menggelar aksi demo di Kantor KPU Palembang, Kamis (5/7/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kantor Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Palembang disambangi oleh ratusan massa yang menuntut hasil pleno rekapitulasi pemilihan Walikota Palembang dibatalkan, lantaran dinilai banyak terjadi kecurangan dan minta dilakukan pemilihan ulang, Kamis (5/7/2018).

Kedatangan Ratusan massa menamakan dirinya Garda Alam Pikir Indonesia (GARDA API) Sumatera Selatan, menuntut, Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan Pemilihan Ulang karena banyak ditemukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang disinyalir ganda.

Kordinator Aksi, Yan Harianto mengungkapkan, pada Pilkada Kota Palembang terdapat DPT ganda sebanyak 278.332 yang tersebar di beberapa kecamatan.

Hal ini menurutnya sangat menciderai demokrasi, khususnya penyelenggaraan Pilkada.

Baca: Usai Diblokir, Tik Tok Akan Buka Kantor dan Rekrut 200 Karyawan di Indonesia

"Kami mempertanyakan bagaimana bisa DPT Kota Palembang banyak ganda. Jelas ini dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu dan yang jelas ini semua sangat menciderai Demokrasi," bebernya disela-dela aksi, Kamis. 

Selain itu, dalam tuntutannya Garda Api menuntut dugaan adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak netral dengan mengajak memilih salah satu Paslon dalam pilkada kali ini.

Aparat kopilisian berjaga ketat di depan kantor KPU Kota Palembang.
Aparat kopilisian berjaga ketat di depan kantor KPU Kota Palembang. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

Ia mengatakan, masih ada nya penggunaan money politic (politik uang) pun ikut mencoreng jalannya Pilkada bersih yang sangat di dambakan masyarakat.

"Kami (GARDA API) meminta kepada KPU untuk mengusut tuntas adanya dugaan keterlibatan oknum ASN yang jelas tidak netral pada Pilkada dan penggunaan Money Politik."

Baca: Jarang Nonton TV, Ternyata Bowo Idolakan Pedangdut & Rapper Ini, Arti Nama Alpenliebe Jadi Sorotan

"Masyarakat ingin Pilkada bersih sehingga mendapatkan pemimpin yang bersih. Namun, semua itu tercoreng lantaran adanya kecurangan pada proses Pilkada Kota Palembang," ungkapnya.

Sesaat setelah melakukan aksinya, para pendemo menemui Komisioner KPU beserta staf KPU. Dalam pertemuan tersebut massa menyampaikan tuntutannya secara terbuka.

Komisioner KPU Palembang, Abdul Karim Nasution yang menanggapi aksi demo tersebut menuturkan, apa yang dituntutkan ke KPU kuranglah tepat. Pihak KPU meminta keberatan tersebut dilaporkan kepada Panwaslu ataupun Bawaslu Sumsel karena menjadi ranah badan pengawas pemilu.

Baca: Liga Dangdut Ralova 2018, Ajang Kompetisi Dangdut Online. Ayo Dukung Idola Anda

"Tentu kita (KPU) tidak bisa melakukan pemilihan ulang. Panwas dan Pengadilan lah yang bisa merubah rekomendasi. KPU tidak berhak mengadakan pemilihan ulang. Hal ini lantaran KPU hanya akan melaksanakan keputusan pengadilan ataupun Panwas," ujarnya. 

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved