Berita Palembang

Tegur Suami yang 'Gila Nyabu', Istrinya Malah Dianiaya Hingga Kepala Memar 

Kepada petugas piket pengaduan, Ibu tiga anak ini mengatakan, kalau perlakuan suaminya sudah diambang batas.

Tegur Suami yang 'Gila Nyabu', Istrinya Malah Dianiaya Hingga Kepala Memar 
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Nuaraini (34), korban KDRT ketika melapor ke Polresta Palembang, Rabu (4/7/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berulang-ulang menerima perlakuan yang tidak wajar dari suaminya bernama Arsudin, akhirnya Nuraini (34) melaporkan kejadian yang dialaminya ke pengaduan Polresta Palembang, karena telah dianiaya dirumahnya Jalan Ki Merogan Lorong Ky Banten RT 26/10 Kecamatan Kertapati, hingga menyebabkan luka memar dibagian kepala. 

Kepada petugas piket pengaduan, Ibu tiga anak ini mengatakan, kalau perlakuan suaminya sudah diambang batas.

Seringnya melakukan pemukulan membuat dirinya 'menyerah' menjalani biduk rumah tangga yang sudah dibina sejak 14 tahun lalu.

"Saya menikah dengannya tahun 2004 lalu dan memiliki tiga orang anak laki-laki-laki. Saya sudah tidak sanggup menahankan rumah tangga yang sudah tidak sehat. Dia kerap memukuli dan menyiksa saya."

"Terlebih lagi pada tanggal 21 Mei 2018 lalu dia telah berjanji di depan polisi tidak akan mengulanginya," ungkap korban sedih, di Polresta Palembang, Rabu (4/7/2018).

Baca: Paslon Nomor 4, Dodi-Giri Unggul di Kabupaten OKU

Ketika disinggung puncak permasalahan hingga memicu keributan, korban mengatakan kalau suaminya (pelaku-red) itu 'gila make sabu'.

"Saya tahu dia gila nyabu, sudah kepergok saya di kamar mandi. Dia menenteng tas dan saya berjalan dibelakangnya, karena penasaran, saya periksa tas yang dibawanya tadi. Saya terkejut, ternyata isinya berupa alat hisap sabu dan masih tersisa sabu didalam plastik tersebut," katanya.

Lanjutnya, puncak keributan ini terjadi saat ia b

Baca: Laporannya Lamban dan Tak ada Titik Terang, Mang Remi Propamkan Penyidik ke Polda Sumsel

erusaha menegur suaminya karena tidakl pilang kerumah, padahal anak yang bungsu sedang sakit.

"Saya menegurnya karena tidak pulang ke rumah karena anak bungsu saya sedang sakit. Saya tahu dia masih memegang uang dari hasil pemilihan kemarin, namun tidak sama sekali memberikannya kepada saya dan anak-anak," katanya.

Baca: Tidak Harus ke Palembang, Ratusan Caleg Ini Serbu RS Arbain Muaraenim, Ini Rincian Biayanya

Sementara, Ka SPKT Polresta Palembang, AKP Hery membenarkan adanya laporan korban penganiayaan yang dilakukan pelaku.

"Laporannya sudah kami terima, memang pernah korban melapor kesini dan pelaku sudah menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama," katanya.

Namun, ternyata dia (pelaku-red) melanggar janjinya.

"Oleh karena itu, korban melaporkannya lagi kesini. Segera mungkin berkas laporan ini akan kami
lengkapi dan meminta pertanggung jawaban pelaku," tutup Hery. 

Baca: Molor, Jembatan Musi VI Tidak Selesai Sebelum Asian Games, Ini Jumlah Lahan Belum Dibebaskan

Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved