Pasca Ramadhan

Sikap Seorang Muslim Pasca Ramadhan

Alhamdulillah puasa Ramadhan sudah dilaksanakan dengan ikhlas hanya mengharapkan ridlo Allah SWT dan hasilnya mendapat ampunan Allah SWT.

Sikap Seorang Muslim Pasca Ramadhan
ist
Drs. H. Syarifuddin Ya'cub MHI

Sikap Seorang Muslim Pasca Ramadhan
Drs. H. Syarifuddin Ya'cub MHI

Dosen Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Alhamdulillah puasa Ramadhan sudah dilaksanakan dengan ikhlas hanya mengharapkan ridlo Allah SWT dan hasilnya mendapat ampunan Allah SWT. Dan terbentuk kepribadian/akhlak orang yang bertakwa.

Bertaqwa menurut Imam Ghazali adalah: "IMTITSALU AWAAMIRILLAH ‘AZZA WA JALLA WAJTINABUN NAWAHIHI SIRROW WA’ALAA NIAH" yang ar-
tinya: "Mengerjakan seluruh apa yang diperintahkan Allah SWT. Dan menghindari segala apa yang dilarang Allah SWT. Baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan."

Wilayah Takwa menurut Rasulullah SAW adalah di hati, seraya beliau memegang dada dan mengucapkan: "Takwa itu di sini, takwa itu di sini, takwa itu di sini."

Suasana saat Kaum Muslimin Shalat di Mesjid
Suasana saat Kaum Muslimin Shalat di Mesjid (ist)

Maka tanda-tanda seseorang sudah berhasil mencapai martabat Takwa melalui puasa ada tiga; Pertama, hatinya mampu mengawal supaya anggota tubuhnya tidak melakukan hal-hal yang dimurkai Allah SWT seperti: syirik, memakan riba, durhaka kepada kedua ibu bapak, memakan harta anak yatim, sumpah palsu, menuduh perempuan baik-baik berzina, melakukan zina, melalaikan ibadah yang diwajibkan kepadanya dll.

Kedua, hatinya mampu mengawal anggota badannya untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri; seperti berjudi, minum khomar/arak/mabuk-mabukan, morfin, ganja dll.

Ketiga, hatinya mampu mengawal supaya anggota tubuhnya tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain; seperti mencuri, merampok, korupsi, menggeser patok tanah sawah, ladang, mengurang timbangan, dll.

Bahkan sampai hal-hal yang terkecilpun sebagai hasil pelatihan ketika bulan Ramadhan bahwa puasanya akan menjadi sia-sia apabila melakukan tindakan atau perkataan yang menyakitkan orang lain seperti melanggar Traffic Light/Lampu pengatur lalu lintas yang sedang menyala merah, berarti menyita hak-hak orang yang lampunya sedang menyala hijau.

Maka apabila tiga wilayah itu dijaganya, dia menjadi seorang muslim yang baik yaitu menurut Rasulullah SAW. :"al-muslim, man salimal muslimuna min lisanihi wa yadihi yang artinya 'Seorang muslim itu adalah orang yang dapat menyelamatkan orang lain dari gangguan lidahnya dan tangannya.'

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved