LRT Palembang Tidak Tepat Sasaran, Tidak Terkoneksi Dengan Angkutan Massal

Anggota komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono blak-blakan mengatakan Light rail transit (LRT)

SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Anggota komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat mengunjungi stasiun LRT Bandara SMB II, Senin (25/6/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Siti Olisa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Anggota komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono blak-blakan mengatakan Light rail transit (LRT) yang dibangun di Palembang tidak berguna untuk masyarakat umum seluruhnya.

Pasalnya angkutan yang digadang untuk mengurai kemacetan ini tidak terkoneksi ke suluruh angkutan massal, baik melalui terminal, stasiun, halte Trans Musi.

"Ternyata LRT Palembang diperuntukkan bagi orang kaya. LRT ini hanya terkoneksi ke bandara setempat, tidak terkoneksi dengan angkutan publik massal.

Jadi, masyarakat miskin tak bisa mengakses LRT tersebut, karena tujuannya hanya ke bandara yang biasa dimanfaatkan oleh orang-orang kaya," ujarnya saat mengunjungi Kota Palembang, Selasa (26/6).

Proyek LRT yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 15 Juli nanti itu, telah menelan biaya Rp10,9 triliun. Bahkan, anggarannya ditambah lagi Rp126 miliar untuk kebutuhan selama enam bulan ke depan.

"Ini kebijakan yang salah dari pemerintah. LRT bukan angkutan transportasi bagi rakyat kecil, karena tidak terkoneksi dengan angkutan massal lainnya seperti terminal, pelabuhan, dan stasiun. Jadi, ini sebenarnya angkutan untuk orang kaya. Itu sama saja memberi subsidi bagi golongan masyarakat kaya dan tentu saja tidak tepat sasaran. Mestinya subsidi hanya untuk orang miskin," ujar Bambang.

Untuk mengoperasikan LRT, dibutuhkan energi listrik yang besar. Sembilan gardu dioperasikan untuk menyuplai kebutuhan 4,3 juta volt ampere.

Per jam membutuhkan sekitar Rp80 juta atau Rp1,6 miliar per hari dengan generator solor bersubsidi. Menurut Anggota F-Gerindra ini, proyek yang dibiayai APBN sebesar Rp10,9 triliun itu, bila dikonpersi untuk pengadaan rangkaian kereta, bisa membeli 1200 gerbong penumpang dan 3600 gerbong barang.

Bila rangkaian kereta sebanyak itu, lanjut Bambang, disebarkan ke seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal, betapa hebatnya Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi juga akan ikut tumbuh hebat.

Apalagi, bila anggaran sebesar itu dimanfaatkan untuk pengadaan bus dan truk pengangkut penumpang maupun barang, bisa semakin banyak unit yang dibeli dan sebarkan ke seluruh pelosok daerah di Indonesia.

"Proyek nasional LRT tersebut hanya memboroskan anggaran," tutup Bambang.

Baca: Truk Batubara Ini Tiba-Tiba Tabrak Palang Pintu KA Hingga Patah Begini Kronologinya

Baca: Pemain Berdarah Indonesia Radja Nainggolan Dicoret dari Timnas Belgia, Jurnalis Ini Ungkap Ceritanya

Baca: Gaji Terlambat Dibayar, Pemain dan Pelatih Sriwijaya FC Geruduk Sekretariat

Baca: Tingkatkan Stamina Petugas Pilkada, Tim Urkes Polres Lubuklinggau Kegiatan Ini

Baca: Mooki Land Hadi di Palembang Icon untuk Manjakan Liburan Sekaloh Anak Anda

Baca: Mooki Land Hadi di Palembang Icon untuk Manjakan Liburan Sekaloh Anak Anda

Baca: Ingin Dapatkan Cinta Lelaki Yang Disukai, Gadis Ini Sampai Setor Uang Ratusan Juta, Begini Akhirnya

Baca: Massa Kembali Minta Pilkada Muaraenim Diulang & Diskualifikasi Paslon Cabup No 4

Baca: Buat yang Masih Ragu Menikah, Berikut 3 Manfaat yang Harus Diketahui

Baca: Buat yang Masih Ragu Menikah, Berikut 3 Manfaat yang Harus Diketahui

Penulis: Siti Olisa
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved