Gara-gara Plester Pereda Nyeri Ibunya, Bayi 15 Bulan Meninggal Dunia

Hal ini terjadi saat plester pereda nyeri yang dipakai sang ibu menempel pada kulit bayi tersebut ketika mereka tidur di ranjang yang sama.

http://solo.tribunnews.com/
Bayi Ameli semasa hidup dan sang ibu (kiri), Plester Pereda Nyeri (kanan). (Facebook via SCMP) 

SRIPOKU.COM - Seorang bayi perempuan dikabarkan meninggal setelah plester pereda nyeri melekat pada kulitnya.

Hal ini terjadi saat plester pereda nyeri yang dipakai sang ibu menempel pada kulit bayi tersebut ketika mereka tidur di ranjang yang sama.

Berita Lainnya:
Usai Melahirkan, Bayi Dinyatakan Meninggal, Setelah 7 Tahun Semua Terkejut Ternyata Bayi Itu

Dilansir TribunSolo.com dari SCMP, bayi tersebut diketahui bernama Amelia Cooper.

Bayi Amelia yang masih berusia lima belas bulan kemudian dibawa ke rumah sakit setelah ia ditemukan tidak bernyawa di tempat tidur ibunya di Sara Talbot, St Austell, Cornwall, Inggris.

Dia tidak bisa diselamatkan dan pemeriksaan menemukan bahwa ada Fentanil (opioid yang digunakan untuk penghilang sakit) yang tinggi di aliran darah Amelia.

Sampai sekarang, polisi pun sedang melakukan penyeledikan bagaimana plester pereda nyeri tersebut bisa menempel di kulit Amelia.

“Ada tambalan yang hilang dari tubuh ibunya."

"Tidak jelas bagaimana tambalan itu melekat pada Amelia, terutama karena sang ibu mengenakan piyama atas yang menutupi area tersebut."

"Belum jelas kapan, di mana atau bagaimana tambalan itu melekat pada Amelia," ungkap Emma Carlyon, yang bertugas memeriksa jenazah Amelia.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved