Pilkada Serentak 2018

Ratusan Pasien, Petugas Rumah Sakit Rabain Muaraenim dan Tahanan tidak Bisa Mencoblos

Jujur saya kecewa karena tidak bisa memilih. Saya tidak tau kalau harus membawa A5 karena sibuk mengurus orang sakit

Ratusan Pasien, Petugas Rumah Sakit Rabain Muaraenim dan Tahanan tidak Bisa Mencoblos
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Salah satu pasien RSUD Muaraenim, Fitrianti (40) warga Desa Karang Raja mengaku sangat kecewa karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 2018, Rabu (27/6/2018). Padahal dirinya sudah jauh-jauh hari membawa formulir C6 kwk dan KTP el. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Karena tidak memiliki formulir A5, ratusan pasien, keluarga pasien, petugas Rumah Sakit Daerah Rabain Muaraenim dan tahanan Polres Muaraenim, tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 2018, Rabu (27/6/2018).

Pantauan Sripoku.com di lapangan, para petugas dari TPS 10 Kelurahan Muaraenim yang merupakan TPS terdekat di RSUD Rabain dan tahanan Polres Muaraenim, mendatangi langsung ke Rumah Sakit dan Tahanan Polres Muaraenim, banyak menemukan pasien yang dirawat, keluarga pasien bahkan petugas RSUD Rabaian yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak memiliki formulir A5 sebagai syarat memilih di luar wilayah tempat tinggal.

Baca: Pasangan Harno-Fitri Unggul di Quick Qount atau Hitung Cepat Sementara LKPI

Padahal mereka memiliki undangan untuk memilih C6 dan KTP elektronik namun karena tidak mengetahui bahwa harus membawa formulir A5 sehingga mereka tidak bisa menggunakan hak pilih.

Begitu juga pada tahanan Polres Muaraenim, seluruh tahanan tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena terkendala formulir A5.

Menurut Fitrianti (40) warga Desa Karang Raja, ia mengaku sangat kecewa karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Padahal dirinya sudah jauh-jauh hari membawa formulir C6 kwk dan KTP el.

Baca: Ini Hasil Hitung Cepat Quick Count Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang 2018

Selain itu juga, ia pertanyakan sosialisasi KPU Muaraenim ke rumah sakit.

“Jujur saya kecewa karena tidak bisa memilih. Saya tidak tau kalau harus membawa A5 karena sibuk mengurus orang sakit. Katanya jika bisa menunjukkan KTP el sudah bisa memilih," keluhnya.

Hal senada dikatakan oleh salah satu petugas rumah sakit yang enggan disebutkan namanya, bahwa pihaknya juga merasa kecewa karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved