Mengapa Otak Manusia Berkerut-kerut? Ahli Menjawab

Pernahkah Anda bertanya, mengapa otak kita memiliki kerutan-kerutan sehingga menyerupai kacang kenari? Sebetulnya, otak yang berkerut cukup langka.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Pernahkah Anda bertanya, mengapa otak kita memiliki kerutan-kerutan sehingga menyerupai kacang kenari? Sebetulnya, otak yang berkerut cukup langka. Kebanyakan hewan, seperti tikus, memiliki otak yang mulus.

Berita Lainnya:
Luar Biasa Puasa Bisa Selamatkan Kinerja Otak

Lisa Ronan, seorang peneliti di Departemen Psikiatri University of Cambridge, Inggris berkata bahwa bagian yang melipat-lipat pada otak kita adalah korteks atau bagian terluarnya. Bagian yang sering disebut “materi abu-abu” ini mengembang dan melipat ketika otak kita terbentuk di dalam kandungan.

Hal ini karena perkembangan otak menyebabkan tekanan di bagian luar sehingga berlipat.

Pada sisi positifnya, struktur yang berlipat-lipat ini membuat otak kita bisa menyimpan lebih banyak neuron daripada otak yang mulus. Dengan demikian, manusia pun bisa memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi.

Seperti yang disebutkan di atas, kebanyakan hewan tidak memiliki otak yang berkerut atau berlipat. Kalau pun ada, biasanya hal ini terjadi pada mamalia yang berukuran besar.

Dilansir dari Live Science, Sabtu (23/6/2018), Ronan mengatakan, tetapi juga tidak selalu demikian – beberapa mamalia besar seperti lembu laut memiliki lebih sedikit lipatan daripada manusia bisa kita membandingkannya berdasarkan ukuran otak.

Menurut Ronan, hal ini karena lipatan pada otak tidak hanya bergantung pada pertumbuhan korteks, tetapi juga sifat korteks itu sendiri. Bagian yang lebih tipis lebih mudah untuk melipat daripada bagian lainnya.

Itulah sebabnya lipatan pada otak manusia mengikuti pola spesifik. Walaupun sekilas tampak berbeda-beda, rupanya lipatan pada otak kita konsisten terjadi pada semua manusia.

Ini berarti, ujar Ronan, setiap lipatan ada artinya dan mengikuti fungsi tertentu.

Ini pula yang menjelaskan mengapa gajah yang memiliki otak lebih besar dan lebih berlipat tidak berada di puncak pohon evolusioner. Dibanding gajah, lipatan pada korteks di otak kita lebih maju.

Penulis: Shierine Wangsa Wibawa
Sumber: Live Science

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://sains.kompas.com/ dengan Judul:
Kenapa Sih Otak Kita Berkerut-kerut? Ahli Menjawab

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved