Berita Palembang

Sepanjang Mudik Lebaran, 25 Pengendara Tewas Lakalantas

Operasi Ketupat Musi 2018 selama 19 hari sejak 6-24 Juni 2018, angka laka lantas yang berujung meninggal dunia (MD) mengalami

Sepanjang Mudik Lebaran, 25 Pengendara Tewas Lakalantas
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Direktur Ditlantas Polda Sumsel Kombes Pol Taslim CH 
Laporan wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Operasi Ketupat Musi 2018 selama 19 hari sejak 6-24 Juni 2018, angka lakalantas yang berujung meninggal dunia (MD) mengalami peningkatan sebanyak 4 persen saja.
Data ini berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (ANEV) yang dirilis Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Mapolda Sumsel, Senin (25/6/2018). Tercatat pada tahun 2017 ada 24 MD dan pada tahun 2018 ada 25 MD. 
"Hanya satu orang meninggal dunia. Namun korban yang meninggal itu bukan pemudik lebaran, tetapi remaja di daerah luar Palembang yang kebut-kebutan dengan sepeda motornya," ujar Zulkarnain. 
Namun secara umumnya, Zulkarnain mengatakan bahwa dari ANEV Operasi Ketupat Musi 2018 ini angka laka lantas secara umum mengalami penurunan signifikan. Tahun 2017 lalu, angka laka lantas sebanyak 41 kejadian, 21 luka berat (LB), 36 luka ringan (LR), dan kerugiaan material (rumat) sebesar Rp 244.300.000.
Sedangkan di tahun 2018, ada 26 kejadian laka lantas, 11 LB (luka berat), dan 15 LR (luka ringan), serta rumat (rugi materi) Rp 169.050.000. "Jadi dilihat secara trennya itu terus menurun. Kesadaran masyarakat akan keselamatan dalam berlalu lintas semakin tinggi," ujarnya.
Mengenai angka kejahatan, Zulkarnain mengatakan, angka kejahatan juga menurun. Tahun 2017 lalu, ada 27 kejahatan. Sedangkan tahun 2018 ada 24 kejahatan atau turun 11 persen.
"Kami komitmen, meski operasi Ketupat Musi 2018 berakhir, kejahatan terus kami sikat. Pelaku sadis dan kejam, akan berakhir di kamar mayat," tegasnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Taslim Chairuddin mengatakan, kejadian kecelakaan selama Operasi Ketupat Musi didominasi  kendaraan roda dua yakni jumlahnya sebanyak 21 kendaraan. Sedangkan untuk mobil penumpang 8 kendaraan.
Kecelakaan disebabkan beberapa faktor, yakni utamanya faktor manusia.  Animo masyarakat untuk pulang mudik begitu besar dikarenakan masa libur bersama atau cuti sebanyak 10 hari kerja ditambah lagi masa libur sekolah dan masa kampanye Pilkada.
Faktor kedua yakni terkait jalan. Dikarenakan pertumbuhan jumlah kendaraan cukup tinggi, tidak diimbangi dengan pelebaran jalan dan perbaikan jalan yang berlubang. 
"Selain itu kurangnya fasilitas jalan yang memadai seperti lampu penerangan jalan dan marka jalan pada saat arus mudik. Namun pastinya alhamdulillahoperasi Ketupat Musi 2018 berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya.(*)
 
 
 
 
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved