Barita Palembang

Pakem Terbangkan 140 Haji Khusus

Biro Perjalanan haji dan umrah PT Pandi Kencana Murni (Pakem) Cabang Palembang, pada musim haji 2018

Pakem Terbangkan 140 Haji Khusus
SRIPOKU.COM/HUSIN
PENYERAHAN ¬©¬©Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumsel Drs H Darami didampingi Kacab PT Pakem Palembang Awaludin ST menyerahkan perlengkapan manasik kepada perwakilan jemaah di Asrama Haji Palembang. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Muhammad Husin

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Biro Perjalanan haji dan umrah PT Pandi Kencana Murni (Pakem) Cabang Palembang, pada musim haji 2018 ini menerbangkan 140 jemaah haji khusus.

Selain menginap di Hilton, hotel bintang lima di Kota Mekkah, waktu pelaksanaan ibadah haji dan umrah relatif lebih lama, yakni selama 29 hari dengan biaya perjalanan sekitar Rp 115 juta.

Kepala PT Pakem Cabang Palembang Awaluddin ST usai pembukaan manasik di Asrama Haji, Minggu (24/6) menjelaskan, bagi Kantor Cabang di Palembang, PT Pakem memberangkatkan jemaah haji khusus
merupakan tahun kedua.

Dan tahun ini, terdapat 140 jemaah haji berasal dari Kota Palembang sebanyak 38 jemaah, Pekanbaru 17 jemaah, Makasar 78 jemaah dan Jakarta 7 jemaah.

"Untuk tahun ini, waktu tinggal jemaah haji di Madinah dan Kota Mekkah selama 29 hari. Sementara ada travel lain, masa tinggalnya hanya 25 dan 21 hari," katanya.

Terkait biaya perjalanan haji khusus, dijelaskan Awaluddin, memang berbeda dibandingkan haji reguler, yang biaya hajinya Rp 34 juta, sedangkan haji khusus setoran awal haji khusus dipatok dengan kurs dolar, yakni 4500 USD (dolar Amerika) dan pelunasan 4000 USD,  jika kurs rupiah terhadap dolar Rp 13.500/USD, maka
total biaya perjalanan haji khusus sebesar Rp 114,7 juta atau mendekati angka Rp 115 juta.

Perbedaan lainnya, bagi jemaah haji reguler, biaya pembuatan paspor dikembalikan pemerintah saat jemaah haji masuk embarkasi haji, sedangkan haji khusus tidak ada pengembalian atau penggantian biaya pembuatan paspor haji.

"Perbedaan lainnya,  jemaah haji reguler daftar tunggunya bisa mencapai 15 tahun, sedangkan haji khusus waktu tunggunya 4©5 tahun," katanya.

Sementara Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumsel Drs H Darami ketika memberikan pengarahan kepada calon jemaah haji khusus, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati  memilih biro perjalanan haji dan umrah.

"Tanya ke Kemenag, kita punya daftar biro perjalanan haji dan umrah yang resmi dan terdaftar. Lebih baik cek, dari pada tertipu," katanya.

PT Pakem Cabang Palembang misalnya, ungkap Darami, merupakan perusahaan (travel) terbaik dan aktif melaporkan kegiatannya dan menghadirkan petugas Kemenag saat dilakukan manasik.

Dalam penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah membuat regulasi mengenai pola pemberangkatan jemaah haji, ada yang reguler dan jemaah haji khusus.

"Terpenting bagi jemaah haji, kuasa ilmu manasik dan menjadi jemaah haji yang mandiri. Selain itu, Travel atau KBIH berkewajiban membimbing jemaah agar pelaksanaan hajinya sesuai ketentuan syarat, rukun, wajib haji dan tidak melanggar larangan haji," katanya.  (*)

Penulis: Husin
Editor: muhammad husin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved