Penjelasan Lengkap Cara Membayar Fidyah Puasa & Kapan Waktunya, Paling Simpel Sesuai Sunnah

Selain itu, banyak juga yang langsung membayar puasanya, baik yang mengqodho (melakukan puasa) atau dengan membayar fidyah.

Penjelasan Lengkap Cara Membayar Fidyah Puasa & Kapan Waktunya, Paling Simpel Sesuai Sunnah

SRIPOKU.COM - Setelah merayakan hari Raya Idul Fitri 1439 H, umat Muslim diseluruh dunia kini sudah memulai beribadah sunnah puasa 6 hari di bulan Syawal.

Selain itu, banyak juga yang langsung membayar puasanya, baik yang mengqodho (melakukan puasa) atau dengan membayar fidyah. 

Seperti firman Allah taala:

"Dan diwajibkan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin" (Qs. Al Baqarah: 184).

Para ulama sepakat bahwa fidyah hanya diberikan bagi orang yang tidak mampu menunaikan puasa dan juga tidak mampu untuk mengqadhanya seperti orang tua dan orang yang sakit parah.

Adapun besarnya fidyah adalah 1 mud.

Untuk ukuran zaman sekarang 1 mud sama dengan 675 gram atau 0.688 liter.

Baca: Qodho dan Fidyah

Baca: Hukum Membayar Fidyah Puasa dengan Uang, Bolehkah? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Siapa yang boleh membayar Fidyah?

Berdasarkan Jumhur ulama berpendapat bahwa orang sakit yang tak mampu berpuasa, ibu hamil atau menyusui diperbolehkan meninggalkan puasa ramadhan dengan syarat membayar fidyah.

Hal ini didasarkan pada dalil-dalil Al-Quran dan hadist. Serta mengingat mudharat yang mungkin terjadi bila ibu memaksakan puasa maka janin bisa kekurangan nutrisi.

Halaman
1234
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved