Ini Alasan Pemkab dan Kapolres Samosir Tidak Publikasikan Nama Nakhoda KM Sinar Bangun

Kecelakaan KM Sinar Bangun yang baru-baru ini terjadi rupanya masih menyisakan tanda tanya.

Ini Alasan Pemkab dan Kapolres Samosir Tidak Publikasikan Nama Nakhoda KM Sinar Bangun
Facebook
KM Sinar Bangun sebelum tenggelam. 

SRIPOKU.COM.COM, SAMOSIR -- Kecelakaan KM Sinar Bangun yang baru-baru ini terjadi rupanya masih menyisakan tanda tanya.

Terlebih, Pemkab Samosir justru tidak mempublikasikan nama nakhoda kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6/2018) petang.

Dilansir dari Tribun Medan, hingga Rabu (20/6/2018) nama nahkoda, Tua Sagala justru tidak ada di posko penanganan di Pelabuhan Simanindo Samosir.

Nama Tua Sagala sendiri diperoleh tribun-medan.com dari warga Simanindo.

Pantauan tribun-medan.com, nama Tua Sagala tidak ada baik di kategori korban selamat, meninggal dan hilang.

Hal itu menimbulkan polemik di tengah masyarakat yang sedang mencari tau data-data korban.

"Semua kan harusnya dipublikasikan."

"Kenapa harus disembunyikan."

"Jadi kan masyarakat semakin tahu berapa jumlah korban yang hidup, selama atau masih bilang," ujar Sidabutar, satu dari keluarga korban yang datang ke Pelabuhan Simanindo.

===

Halaman
123
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved