Berita Muaraenim

Panwaslu Tegaskan Pemberian Sembako oleh Istri Cawabup Muaraenim Bukan Pelanggaran

Status laporan tidak bisa diteruskan dan ditindaklanjuti karena tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilihan.

Panwaslu Tegaskan Pemberian Sembako oleh Istri Cawabup Muaraenim Bukan Pelanggaran
DOK SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Suprayitno, Ketua Panwaslu Muaraenim 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Setelah melakukan kajian, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Muaraenim menyatakan, laporan pemberian sembako yang dilakukan Priatin, istri calon Wakil Bupati Muaraenim Syuryadi, bukan pelanggaran.

“Status laporan tidak bisa diteruskan dan ditindaklanjuti karena tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilihan."

"Selain itu, tidak memenuhi unsur mempengaruhi atau ajakan untuk memilih pasangan calon tertentu,” kata Ketua Panwaslu Muaraenim, Suprayitno, kepada Sripoku.com, Minggu (17/6/2018).

Sementara itu, kuasa hukum Priatin dan Calon Bupati dan Wakil Bupati Muaraenim Shinta-Syuryadi, Firmansyah SH, MH mengapresiasi keputusan yang dikeluarkan Panwaslu Muaraenim.

Baca: Pasca Terjadi Kerusuhan, Papua Nugini Umumkan Keadaan Darurat

Sebab, Panwaslu telah mendudukkan persoalan secara objektif dan profesional atas kajian dan penelitian terhadap laporan Tim SBH tentang dugaan bagi-bagi sembako yang dilakukan Priatin.

“Keputusan Panwaslu menyebutkan laporan tidak dapat ditindaklanjuti karena tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilih."

"Ini membuktikan bawah tuduhan yang ditujukan kepada Priatin tidak ada kaitannya dengan Pilkada."

"Pemberian sembako tersebut hanya sebatas wujud kepedulian dalam rangka mengunjungi keluarga yang sakit,” kata Firmansyah.

Baca: Hatta Rajasa Pulang Kampung ke Jejawi, OKI, Ajak Keluarga dan Menantu Lakukan Ini

Seperti diberitakan sebelumnya, Priatin dilaporkan oleh Riasan Syahri, kuasa hukum Paslon Bupati dan Wakil Bupati Muaraenim Syamsul Bahri – Hanan (SBH) ke Panwaslu Muaraenim, Jumat (8/6/2018) lalu, karena terlapor diduga membagikan sembako kepada salah seorang warga di Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim.

Setelah dilakukan pengkajian oleh tim Panwaslu Muaraenim, ternyata laporan tersebut tidak terbukti.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved