Idul Fitri 1439 H

Bagaimana Hukum Sebenarnya Lebaran Ketupat? Hanya Sebatas Tradisi? Ini Penjelasannya

Masyarakat Jawa umumnya mengenal dua kali pelaksanaan Lebaran, yaitu Idul Fitri dan Lebaran ketupat.

Bagaimana Hukum Sebenarnya Lebaran Ketupat? Hanya Sebatas Tradisi? Ini Penjelasannya
Makanan Lebaran 

SRIPOKU.COM - Idul Fitri merupakan momentum suci nan agung bagu seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Dalam perayaannya ada berbagai cara tersendiri untuk menyambut datangnya hari kemenangan tersebut.

Sama halnya dengan masyarakat Jawa yang terbiasa melaksanakan Lebaran ketupat, yang kerap dianggap sebagai pelengkap hari kemenangan. 

Masyarakat Jawa umumnya mengenal dua kali pelaksanaan Lebaran, yaitu Idul Fitri dan Lebaran ketupat.

Idul Fitri dilaksanakan tepat pada tanggal 1 Syawal, sedangkan Lebaran ketupat adalah satu minggu setelahnya (8 Syawal).

Baca: Diajak Dewi Perssik Mudik, Angga Wijaya Takut Kena Semprot Ortu Depe, Usai Drama Sayur Lodeh

Tradisi Lebaran ketupat diselenggarakan pada hari ke delapan bulan Syawal setelah menyelesaikan puasa Syawal selama 6 hari.

Hal ini berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk berpuasa sunnah 6 Hari di bulan Syawal.

1. SEJARAH 

Dalam sejarahnya, Lebaran ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, saat itu, beliau memperkenalkan dua istilah Bakda kepada masyarakat Jawa, Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.

Bakda Lebaran dipahami dengan prosesi pelaksanaan shalat Ied satu Syawal hingga tradisi saling kunjung dan memaafkan sesama muslim, sedangkan Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Halaman
123
Penulis: Rizka Pratiwi Utami
Editor: Rizka Pratiwi Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved