Sains: 6 Alasan Mengumpat Bisa Jadi Baik Bagi Kita

Mengumpat atau dalam bahasa Jawa disebut "misuh" dianggap sebagai perilaku yang tidak sopan dan kasar. Namun, para ahli melihat perilaku mengumpat

Sains: 6 Alasan Mengumpat Bisa Jadi Baik Bagi Kita
portalmediaonline.blogspot.com
Ilustrasi. 

Namun, penelitian yang terbit di The Journal of Pain juga mengingatkan bahwa manfaat ini hanya bisa didaptkan bila mengumpat dilakukan dengan frekuensi yang tepat, tidak terlalu sering dan tidak terlalu jarang.

3. Mengumpat akan menyentuh sisi "liar" kita
Salah satu perilaku mamalia yang mirip dengan manusia adalah menjerit saat terluka atau frustrasi. Hal ini diakibatkan oleh terpicunya "sirkuit amarah".

Dalam bukunya yang berjudul The Stuff of Thought, Steven Pinker menunjukkan bahwa naluri mengumpat terjadi ketika ada "singgungan di sensor kemarahan pada mamalia".

Sinyal sensor ini berjalan dari amigdala ke hiptalamus dalam area abu-abu di bagian tengah otak. Bagian otak tersebut terkait dengan kemampuan otak untuk membuat konsep dan ucapan sehari-hari.

Namun, mengumpat juga membuat kita berbeda dari hewan.

Ilmuwan Emma Byrne, pengarang buku berjudul Swearing Is Good For You, mengatakan, jauh dari sekadar teriakan sederhana. Mengumpat adalah sinyal sosial kompleks yang sarat dengan makna emosi dan budaya.

4. Mengumpat menandakan kejujuran
Dalam penelitian yang terbit pada tahun 2017, para ahli menguji apakah ada kaitan langsung antara mengumpat dan kadar kejujuran seseorang.

Mereka melakukan wawancara kepada peserta dan menanyakan seberapa sering mereka mengumpat, kata umpatan apa yang paling disukai dan sering diucapkan, dan mengapa sering mengumpat.

Setelah itu, para ahli menguji kejujuran para peserta dan menemukan bahwa peserta yang sering mengumpat cenderung tidak suka berbohong.

Studi itu juga menjelaskan, "banyak orang melihat caci maki merupakan ekspresi otentik dari emosi, daripada menjadi antisosial dan melakukan perilaku berbahaya".

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved