Kenapa Donat Bolong Tengah, Ternyata ini Awal Ceritanya ?
Donat ternyata diketahui memiliki sejarah perjalanan yang cukup panjang hingga mencapai bentuknya seperti yang kita temukan hari ini.
Penulis: Budi Darmawan | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM - Siapa dari kita yang tidak pernah makan donat?
Donat ternyata diketahui memiliki sejarah perjalanan yang cukup panjang hingga mencapai bentuknya seperti yang kita temukan hari ini.
Awalnya cikal bakal donat berasal dari Belanda pada abad ke-16.
Orang Belanda gemar mengkonsumsi kue oliebol (bulatan minyak), kue manis berbentuk bulat.
Satu setengah abad kemudian, saat banyak orang Belanda pindah ke Benua Amerika, mereka membawa kebiasaan ini.
Penduduk Amerika yang bukan berasal dari Belanda bahkan juga mulai membuat oliebol.
Namun, mereka membuatnya dalam bermacam bentuk dengan adonan yang sama.
Banyak diantara mereka lebih suka model gepeng yang mirip bolang-baling.
Karena perubahan bentuk yang tak lagi bulat, adonan kue itu disebut doughnut (adonan kenari).
Dilansir dari Kompas.com, donat di era modern, pertama kali dicatat pada sebuah buku karya Washington Irving berjudul "A History of New York, from the Beginning of the World to the End of the Dutch Dynasty" pada tahun 1809.
Dalam buku itu diceritain, istilah donat diciptain orang Amerika keturunan Belanda yang tinggal di New Amsterdam (New York). Saat itu, bentuk donat nggak langsung bolong di tengah kayak sekarang.
Di pertengahan abad ke 19, Hanson Gregory, seorang kapten kapal, ngaku nemuin donat berbentuk cincin di atas kapal saat dirinya berusia 16 tahun. Dengan alasan nggak suka kandungan minyak yang ada, Hanson melubanginya dengan suatu alat.
Kemudian, doi nyeritakan teknik itu ke ibunya. Ibu Hanson, Elizabeth Gregory, bikin adonan donat yang ditambah campuran pala, kayu manis, dan kulit lemon.
Selanjutnya, Elizabeth nambahin hazelnut dan walnut ke dalam adonan dan sejak saat itu adonan itu disebut ‘doughnut’. Secara bahasa, dough berarti adonan, sementara nut berarti kacang.
Akar katanya dari ‘Doughnut’, terus berkembang jadi ‘donut’. Dua istilah ini kemudian diserap dalam bahasa Inggris dan digunakan sampe hari ini di berbagai belahan dunia.
Setelah diserap dalam ejaan Indonesia, 'doughnut' atau 'donut' berubah menjadi donat.
Save
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/donat-gula_20150425_172336.jpg)