Berita Palembang

Usaha Pempek Nyaris Bangkrut, Basri Coba Peruntungan Bisnis Narkoba

Lantaran usaha pempeknya hampir bangkrut, Basri (54), mencoba peruntungan untuk berbisnis haram yakni menjual narkoba.

Usaha Pempek Nyaris Bangkrut, Basri Coba Peruntungan Bisnis Narkoba
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Basri (54), tersangka kasus narkoba berikut barang bukti narkoba sabu-sabu dan ekstasi ketika rilis perkara di Mapolsek IT I Palembang, Rabu (6/6/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lantaran usaha pempeknya hampir bangkrut, Basri (54), mencoba peruntungan untuk berbisnis haram yakni menjual narkoba.

"Usaha pempek sudah turun dan mau bangkrut, jadi saya lakukan ini (bisnis narkoba). Baru sebulan saya lakukan ini dan belum ada untungnya," ujar Basri, ketika rilis perkara di Mapolsek Sako Palembang, Rabu (6/6/2018).

Diakui Basri, bisnis narkoba dilakukannya dengan modal Rp18 juta. Dari modal itu didapatkan 36 paket sabu ukuran sedang dan hemat serta dua paket ekstasi yang dalam bentuk bubuk atau dihaluskan.

"Yang beli narkoba itu orang-orang dekat rumah. Rencananya jika jual narkoba ini untung, mau kembali menjalani bantu usaha pempek. Tapi sudah ditangkap polisi," ujar pria yang tercatat sebagai warga Jalan Ali Gatmir Lorong Masawa Darat Kelurahan 13 Ilir Kecamatan IT I Palembang.

Kapolsek IT I Palembang Kompol Edi Rahmat didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa sering terjadi transaksi narkoba.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas pun melakukan pengerebekan di rumah tersangka dan didapatkan barang bukti narkoba.

Barang bukti yang didapat yakni dua bungkus plastik yang berisikan 36 paket kecil sabu-sabu dan lima butir ekstasi logo petir warna pink. Didapatkan juga ekstasi dalam bentuk bubuk yang dimasukan dalam kapsul.

Petugas juga sita uang senilai Rp490 ribu, dua unit ponsel, delapan plastik, dan lima unit timbangan digital.

"Petugas masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk pengembangan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan undang-undang narkoba pasal 114 dan pasal 112," ujarnya.

Baca: Lagu Indonesia NOW Ala Slank Bukan Ngomongin Soal Damai Melainkan Satu

Baca: Masyarakat tak Sempat Menukar di BKB, Bisa Tukar Uang Langsung di Bank

Baca: Ishak-Yudha akan Berikan Bantuan Langsung Tunai Per Tahun untuk Kelompok Warga Ini

Baca: Partai NasDem Bagikan 1.500 Takjil, Ajak Masyarakat Minimalisir Golput

Baca: Sembilan Bulan Jalin Kasih, Firman Nikahi Pacarnya di Polsek Sako

Baca: Tekun Berbisnis tak Lupakan Sedekah, Maybank Bagikan 100 Paket Sekolah untuk Anak Yatim

Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved