Berita Palembang

Tamping Lapas Kendalikan Narkoba Dari Sel Harus Dihukum Mati, Musnahkan 3 Kg Sabu & 5000 Ekstasi

Keberadaan seorang tahanan pendamping (Tamping) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kembali menuai persoalan

Tamping Lapas Kendalikan Narkoba Dari Sel Harus Dihukum Mati, Musnahkan 3 Kg Sabu & 5000 Ekstasi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kepala BNNP Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan saat pemusnahan barang bukti (BB) narkoba di kantor BNNP Sumsel, Rabu (6/6/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Keberadaan seorang tahanan pendamping (Tamping)  di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kembali menuai persoalan, ini dibuktikan dengan ditangkapnya David Haryono alias Ono
(30) oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe madya pabean B Palembang.

Dia merupakan narapidana (Napi) LP Narkoba Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas sekaligus tamping yang mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji tahanan yang dibantu setidaknya enam kaki tangannya.

“Tamping yang selama ini mendapatkan kewenangan penuh melaksanakan tugas sipir di Lapas harusnya sudah tidak boleh ada lagi, kami telah meminta kepada Kakanwil Kemenkum HAM Sumsel untuk menghapus keberadaan tamping ini,” ungkap Kepala BNNP Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan saat pemusnahan barang bukti (BB) narkoba di kantor BNNP Sumsel, Rabu (6/6/2018).

Baca: Awas! Sungai Lilin Rawan Macet. Sekayu dan Sanga Desa Rawan Longsor

BB narkoba yang dimusnahkan kali ini meliputi bubuk sabu seberat 3 kilogram yang dibungkus dalam tiga bungkus besar plastik warna hijau dan 5.000 butir pil ekstasi dengan berat netto 1.5 kg.

Menurut Jhon, awal pengungkapan kasus ini bermula saat petugas BNNP Sumsel menerima informasi dari masyarakat terkait adanya tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang meresahkan masyarakat.

Lalu, pada Rabu (6/6/2018) pukul 06.00 WIB tim BNNP Sumsel menangkap tersangka Iskandar (39) warga Desa Gelumpang Kecamatan Murah Mulya Kabupaten Aceh Utara yang tengah mengendarai mobil Toyota Calya
nopol B 1262 UIK yang tengah mengarah ke Palembang.

Baca: Jalur Mudik Lebaran Dipastikan Aman, Siapkan 7 Terminal Istirahat Hingga Peta Jalan Nasional 

Saat digeledah, diketahui tersangka membawa paket diduga narkotika yang dibungkus plastik warna hijau bertuliskan huruf China GUANYINWANG seberat 2,9 kg dan 5.000 butir pil ekstasi seberat 1,5 kg yang
terbungkus dalam lima bungkus kacang.

Dari pengakuan Iskandar, barang haram ini didapatkan dari tersangka Hendra Wijaya warga Batam yang ditembak mati petugas setelah berusaha kabur dari kejaran petugas dan tersangka M Yusuf alias Jhon sebagai
perantara yang juga ditembak mati.

Bersama tersangka Ono, turut diamankan empat tersangka lain masing-masing Heni (47) pacar Ono warga Pondok Mitra Lestari Jati Asih Bekasi, Peri Heryanto (34) warga Jalan Siring Agung Lintas Utara Lubuklinggau dan Subhan alias Ojing (25) warga Jalan Cereme Gang Sejahtera Kecamatan Lubuklinggau II.

Baca: Hasil Sitaan Selama Tahun 2018, Ratusan Botol Miras dan Tuak Dimusnahkan Polres OKU

“Kelima tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan saat ini mereka kita titipkan di lapas Pakjo Palembang,” tegas Jhon.

Seperti sebelumnya, dengan pemusnahan BB narkoba ini Jhon menyatakan, untuk mengingatkan kepada masyarakat agar menjauhi narkoba dan dia berharap agar tersangka Ono selaku pengendali peredaran narkoba dari balik jeruji ini bisa dihukum mati. 

“Harus dihukum mati karena akibat ulahnya ini bisa merusak generasi muda, juga di dalam tahanan dari hasil penjualan narkoba ini sudah cukup banyak menghasilkan uang, termasuk membantu membangun gapura
pintu masuk Lapas Narkoba Muara Beliti,” ungkapnya.

Baca: Kapolres dan Bhayangkari Empatlawang Beri Bantuan Warga Kupangdalam Kurang Mampu

Hadir di acara pemusnahan ini diantaranya Kepala KPPCBC tipe madya Pabean B Palembang, Meidy Kasim, AKBP Minal Alkahri (perwakilan dari Ditresnarkoba Polda Sumsel), perwakilan Kejati Sumsel, perwakilan Pengadilan Tinggi Palembang. 

Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved