Lingkungan Hidup

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Paradigma Lingkungan

Selama ini begitu digaungkan pada pelajaran sekolah dengan seringkali menghubungkannya keberadaan manusia sebagai makhluk sosial.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Paradigma Lingkungan
ist
Manusia itu adalah makhluk yang lemah. Cerminan terhadap lemahnya manusia tersebut, selama ini begitu digaungkan pada pelajaran sekolah dengan seringkali menghubungkannya pada keberadaan manusia sebagai makhluk sosial. 

Pandangan manusia terhadap alam dan lingkungan masih dipengaruhi oleh religiusitas (iman), namun juga didasarkan akal budi untuk memahami makna dari alam semesta.

Pada paradigma ini, hubungan manusia dengan alam dipandang secara organis (hidup) sebagai satu kesatuan.

Selanjutnya pada abad pertengahan (15M-19M) yang berkembang sampai abad modern (20M-21M) berkembang paradigma antroposentrisme-mekanistik-reduksionis terhadap alam dan lingkungan.

Paradigma ini banyak dipengaruhi oleh filsafat Rene Descartes (1596-1650) dengan cara pandang yang lebih bersifat egosentris dan lebih kepada pemujaan akan kemampuan akal (cogito ergo sum: aku berpikir, maka aku ada).

Pemujaan kemapuan akal manusia ini kemudian diperkuat oleh filsafat Francis Bacon yang menyatakan bahwa "knowledge is power".

Pandangan manusia terhadap alam di abad pertengahan juga dipengaruhi oleh filsafat Isaac Newton yang lebih bersifat mekanistik dalam memandang alam.

Alam semesta menurutnya telah ditata dan diatur sedemikian rupa bagaikan sebuah mesin besar yang memilki fungsinya masing-masing dan dituntun oleh hukum sebab akibat. Pada paradigma yang berlangsung saat ini (eksisting), paradigma antroposentrisme-mekanistik-reduksionis semakin mendapatkan tempatnya.

Alam semesta dianggap tidak memilki nilai atau sebagai kesatuan terpisah dari manusia, karena dianggap tidak memilki akal.

Nilai alam dan lingkungan hanyalah sebatas nilai kemanfaatannya bagi manusia.

Seperti sebuah mesin raksasa yang berfungsi untuk menunjang segala kebutuhan hidup manusia.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved