Lingkungan Hidup

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Paradigma Lingkungan

Selama ini begitu digaungkan pada pelajaran sekolah dengan seringkali menghubungkannya keberadaan manusia sebagai makhluk sosial.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Paradigma Lingkungan
ist
Manusia itu adalah makhluk yang lemah. Cerminan terhadap lemahnya manusia tersebut, selama ini begitu digaungkan pada pelajaran sekolah dengan seringkali menghubungkannya pada keberadaan manusia sebagai makhluk sosial. 

Kemudian, manusia melakukan kajian ilmiah yang kemudian melahirkan hipotesis bahwa bencana alam itu terjadi sebagai gejala alam ataupun musiman.Lantas, mengapa bencana alam itu terjadi dari tahun ke tahun.

Muncul kegelisahan tentang nasib alam semesta, nasib bumi, serta nasib makhluk termasuk manusia.

Kegelisahan itu merupakan salah satu pangkal filsafat, yakni penasaran tentang hal ikhwal yang belum dapat dipahami, baik tentang lingkungan itu sendiri maupun tentang sebab musabab dari krisis dan bencana lingkungan itu.

Selanjutnya, kegelisahan itu membutuhkan perenungan.

Tesis utama yang menjadi pondasi dasar pada perenungan tersebut adalah bahwa krisis dan bencana lingkungan itu disebabkan oleh kesalahan perilaku manusia.

Sebagaimana diungkap pada Surah Ar-Rum ayat 41, bahwa "Telah timbul kerusakan-kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan perbuatan tangan manusia sendiri".

Jika direnungkan secara mendalam, maka bertemulah dengan jawaban bahwa kesalahan perilaku manusia itu disebabkan oleh karena kesalahan dalam cara pandang atau berpikir terhadap alam dan lingkungan.

Perkembangan Paradigma Lingkungan

Dalam sejarah awalnya, pandangan manusia terhadap alam dan lingkungan lebih bersifat kepada paradigma magish-religius.

Dimana hubungan manusia dengan alam banyak disampaikan lewat mitos atau dongeng-dongeng yang menggambarkan keterkaitan erat antara manusia dengan alam tempat mereka tinggal.

Kemudian pada abad ke 6 Masehi sampai 14 Masehi yang berkembang adalah paradigma organis.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved