Cerita Mantan Teroris Murid Noordin M Top Niat Bom Kafe Tetapi Gagal Gara-gara Wanita Berjilbab

Saat itulah Taib merasa, bagaimana mungkin orang yang mengamalkan ajaran islam, bahkan lebih baik dari dirinya dianggap kafir.

Cerita Mantan Teroris Murid Noordin M Top Niat Bom Kafe Tetapi Gagal Gara-gara Wanita Berjilbab
Surya/Benni Indo
Abdurrahman Taib saat berbagi pengalamannya di Lapas Klas I Malang, Selasa (5/6/2018). 

Namun ia tidak berpikir kalau Indonesia adalah negara yang mayoritas muslim.

Dalam doktrin yang ia terima, Indonesia adalah negara yang tidak menerapkan syariat Islam sehingga pemerintahannya dianggap kafir.

Jika pemerintahannya kafir, maka pemimpinnya adalah kafir, termasuk TNI/Polri dan penegak hukum lainnya yang melindungi pemerintah juga masuk kategori kafir.

“Itu yang saya pahami dahulu,” paparnya.

Tindakan teror atau bunuh diri dengan embel-embel jihad itu tujuaannya untuk mencari surga. Menurut Taib, hal itu adalah keliru.

Ia menegaskan, jihad tidak melulu soal perang, tapi juga dengan tindakan lain.

Bahkan, mencari nafkah untuk keluarga juga masuk kategori jihad.

“Jihad itu baik dan harus dilakukan dengan iklhas tapi kalau caranya tidak sesuai tuntunan rasullah, maka dia tidak akan dapat pahala. Misal kita ikhlas melaksanakan salat subuh, tapi kalau kita salat subuh tiga rakaat, apakah benar?” tanya Taib kepada ratusan narapidana.

Ditegaskan Taib, kelompok teroris akan semakin radikal jika dimusuhi.
Pasalnya, mereka beranggapan, Islam lahir dalam keterasingan maka akan kembali terasing.

Di sisi lain, jika semakin disudutkan, teroris cenderung semakin militan.
Taib mulai berubah ketika ia menjalani hari-hari masa penahanannya di Lapas Merah Mata Pelembang.

Halaman
1234
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved