Mutiara Ramadan 2018

Membincang Ikhlas dari Pribadi Bekerja Semangat Memberi dan Melayani

SERING kita jumpai pemuda yang merasa dirinya kaya, secara ekonomi berlimpah, namun hidupnya tidak bahagia karena semua itu hasil kerja orangtuanya.

Membincang Ikhlas dari Pribadi Bekerja Semangat Memberi dan Melayani
sojo.net
Ilustrasi. 

Begitu uang dibelanjakan dan habis dibagi, kesenangan menghilang. Ada nasihat klasik, ikhlas itu ibarat burung yang bernyanyi.

Dia menyanyi karena bisanya dan hobinya menyanyi, tidak mengharapkan pujian dan tepuk tangan dari pendengarnya. Ada lagi yang mengibaratkan melayani dan menolong orang secara ikhlas itu bagaikan orang membuang hajat. Dia merasa lega dan bahagia setelah mengeluarkan dan tak ingin mengingat-ingat kembali.

Bukan meminta
Bekerja keras tanpa disertai tindakan cerdas dan ikhlas ujungnya hanya kekecewaan. Di dalam melayani dan memberi, seseorang merasa bangga pada dirinya karena hidupnya merasa bermakna dan membawa manfaat bagi orang lain.

Ilustrasi
Ilustrasi (ISTIMEWA)

Dengan memberi, seseorang merasa kaya. Oleh karena itu agama banyak mengajarkan memberi bukannya meminta dan menerima.

Orang yang sibuk bekerja jika tidak ikhlas dan tidak tahu untuk apa dan siapa yang dia lakukan, mudah menimbulkan rasa lelah. Jadi, agar pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan sempurna serta melegakan hati, mesti didasari pemahaman, keterampilan, dan keikhlasan.

Perbuatan dan ucapan yang keluar dari hati yang ikhlas juga akan dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekelilingnya. Kalaupun terjadi salah paham akan mudah diselesaikan secara damai.

Orang yang ikhlas akan mudah menerima kritik dan tidak mudah sakit hati. Bahkan kritik akan diterima secara lapang hati dan ucapan terima kasih agar tidak merusak amalnya. Rasulullah pernah bersabda, orang hidup yang perbuatannya absen dari ruh keikhlasan itu ibarat mayat berjalan. Tidak akan tercatat sebagai amal saleh.

Dalam Alquran bahkan disebutkan, orang yang berderma menolong orang lain tetapi mengharap pujian atau niatnya pamer, hilanglah semua kebajikannya. Dia tidak mendapatkan apa-apa dari yang telah dikerjakannya kecuali kecewa. (Albaqarah 2:264). (*)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved