Konsisten Dengan Sistem Zonasi

Fenomena Sistem Zonasi Sekolah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mengubah pola kebiasaan sebelumnya.

Fenomena Sistem Zonasi Sekolah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
ist
Dr. Kencana Sari, M.Pd. 

Karena "sistem Zonasi" para orangtua siswa akan berlomba-lomba memasukan anak ke sekolah yang dimaksud, akhirnya ada persaingan yang menjadi sengit.

Selanjutnya sekolah yang berlokasi di pinggiran tidak terfasilitasi untuk mencapai nilai akreditasi akan semakin jauh karena salah satu komponen terwujudnya prestasi siswa.

Sistem zonasi ditentukan dengan jarak, bukan prestasi. Sehingga kemungkinan tidak semua siswa diterima dalam sistem zonasi bisa terjadi meskipun berdekatan dengan tempat tinggal.

Seandainya kuota peserta belajar di zona yang dituju sudah penuh nanti diurutkan berdasarkan NEM-nya yang tidak diterima akan disalurkan ke sekolah lain yang masih satu zona. Mungkinkan pemerataan kualitas pendidikan terpenuhi.

Kendala lainnya muncul, anak pintar tidak akan kalah bersaing untuk masuk ke sekolah yang terbaik sedangkan anak yang kurang pintar berdampak sebaliknya.

Pada umumnya orangtua siswa mencari sekolah yang terbaik namun mencari sekolah bukan sekedar mencari "selera".

Banyak hal yang harus dipertimbangkan termasuk jarak, kwalitas sekolahnya, persaingan pun tidak bisa dielakkan.

Di sisi lain sistem zonasi ini pun diharapkan mampu meminimalisasi faktor kemacetan kota, keterlambatan siswa yang disebabkan jarak tempuh dengan sekolah, efektifitas dan efisiensi waktu.

Sebab, siswa bisa lebih lama di sekolah, serta mengurangi beban biaya orangtua yang disebabkan antar jemput siswa ke sekolah.

Fenomena lainnya menjamin siswa bisa diterima di Sekolah Negeri yang dekat dengan rumahnya meski nilai akademiknya rendah.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved