Konsisten Dengan Sistem Zonasi

Fenomena Sistem Zonasi Sekolah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mengubah pola kebiasaan sebelumnya.

Fenomena Sistem Zonasi Sekolah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
ist
Dr. Kencana Sari, M.Pd. 

Tahun pelajaran baru, terlihat pemandagan di sekolah-sekolah disibukkan dalam Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sejalan dengan ini, juga permasalahan yang muncul setiap tahun ajaran pada proses tersebut, seperti adanya oknum satuan pendidikan yang memanfaatkan momentum PPDB demi meraup keuntungan pribadi.

Suasana UNBK di SMAN Plus 17 Palembang, Senin (2/4/2018).
Suasana UNBK di SMAN Plus 17 Palembang, Senin (2/4/2018). ()

Orangtua peserta didik yang memberi gratifikasi kepada oknum satuan pendidikan, dengan alasan takut anaknya tidak diterima di satuan pendidikan tujuan yang diselenggarkan Pemerintah.

Tidak terkecuali sampai dengan upaya emanipulasi data kependudukan guna memenuhi persyaratan usia maupun zonasi yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dirasa belum merata baik kualitas/mutu pendidikannya sehingga banyak satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang memiliki kualitas/mutu yang bisa berkompetitif.

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan regulasi tentang jalannya proses PPDB melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk mengatur jalannya proses PPDB yang bersifat objektif, akuntabel, transparan dan tanpa diskriminasi.

Sehingga, mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. Aturan penerimaan PPDB berdasarkan zonasi diterapkan untuk pemerataan sekolah di setiap wilayah.

Namun sistem zonasi itu sendiri menempatkan posisi teratas dalam daftar aduan-aduan yang dikirim masyarakat ke mendikbud.

Dari 240 aspirasi yang diterima selama Juni_Juli 2017 lalu, diantaranya 170 terkait masalah PPDB yang dilandasi sistem zonasi.

Membahas hal ini, pakar pendidikan Budi Trikoryanto menganggap sistem zonasi tidak sepenuhnya menutup celah ketimpangan dalam dunia pendidikan.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved