Sumsel Bershalawat

Buktikan Sumsel Kondusif, Griya Agung Gelar Sumatera Selatan Bershalawat

Lebih dari 17.000 masyarakat memadati halaman Griya Agung di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang Minggu (3/6/2018).

Buktikan Sumsel Kondusif, Griya Agung Gelar Sumatera Selatan Bershalawat
SRIPOKU.COM/RESHA
Masyarakat yang menghadiri Kegiatan Sumatera Selatan Bershalawat di halaman Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Minggu (3/6/2018). 

Laporan wartawan sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Lebih dari 17.000 masyarakat memadati halaman Griya Agung di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang Minggu (3/6/2018).

Mereka menghadiri kegiatan Sumatera Selatan Bershalawat.

Masyarakat mulai dari anak muda hingga yang sudah sepuh, berbondong-bondong mengisi panggung yang telah didirikan oleh panitia.

Kegiatan diawali dengan buka bersama yang didahului ceramah pembuka oleh Ustad Amiruddin Muslim.

Menurut Ketua Pelaksana Ustad Ahmad Masuhi, masyarakat berasal dari 17 kabupaten/kota yang ada di Sumsel.

Kebanyakan berasal dari Pondok Pesantren, pengurus dan anggota Nadhatul Ulama hingga dari Majelis Ulama Indonesia dan elemen masyarakat lainnya.

"Secara umum kita ingin provinsi kita damai, baik dalam menyambut Pilkada maupun Asian Games. Secara khusus kita ingin mengadakan Nuzulul Qur'an dan zikir bersama," ujarnya yang akrab disapa Ustaz Choi ini.

Dalam kegiatan ini, pihaknya ingin membuktikan kepada Indonesia jika Sumsel Bershalawat ini akan mengakomodir seluruh kepentingan Islam yang ada di dalamnnya.

Apalagi Provinsi Sumsel sebagai Provinsi Zero Conflict, yang mengedepankan persatuan dan kesatuan masyarakatnya.

"Kita ingin menjaga persatuan umat kita. Kita tunjukkan agama Islam adalah agama rahmatan Lil 'alamin, damai, tenteram dan tidak identik dengan kekerasan," tegasnya.

Tabligh Akbar di Griya Agung ini dihadiri oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar dan beberapa pejabat dari instansi terkait. Panitia juga mengundang ulama kondang di Palembang, yakni KH. Muslim Anshori dan ulama internasional yang telah berdakwah hingga mancanegara, yakni Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya dan Al-Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

Puncak acara ini usai Tarawih, ialah bershalawat kepada Junjungan Nabi Muhammad SAW. Shalawat dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Abidin hingga usai acara.

"Karena itu keberkahan Shalawat, menunjukkan cinta Allah dan Cinta Rasul. Inilah makna bahwasanya Allah dan MalaikatNya saja bershalawat untuk Rasul, apalagi hamba-hambanya," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved