Breaking News:

Pendeta Henderson Senyum-senyum Usai Diduga Perkosa & Bunuh Rosalia, Ini yang Terjadi Pada Istrinya

Pendeta Henderson Senyum-senyum Usai Diduga Perkosa & Bunuh Rosalia, Ini yang Terjadi Pada Istrinya

Tribun Medan
Pendeta Henderson, pelaku pembunuhan Rosalia Siahaan di kamar mandi gereja Sidang Roh kudus Indonesia (GSRI) di Dusun XII, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, kemarin, Kamis (31/5/2018). 

Dari pemeriksaan terhadap pendeta handerson dan sejumlah saksi, diketahui antara korban dan pelaku ada hubungan asmara selama empat tahun.

Diduga Henderson menutupi hubungan asmaranya dengan menjadikan Lin sebagai anak angkat.

Kepada polisi, pendeta Handerson mengaku sakit hati dan emosi mendengar korban mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepadanya saat cekcok mulut.

"Kita belum tahu apakah pada saat kejadian korban ini diperkosa atau tidak. Karena memang ada hubungan asmara sebenarnya mereka. Katanya sudah empat tahun tapi ini masih kita dalami karena masih dari keterangan dia sajakan," ujar Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman.

"Kalau pembunuhan terjadi karena pelaku ini kesal dengan kata kata kasar yang diucapkan oleh korban. Marah pelaku dan naik pitam. Ya karena cemburu juga karena katanya ada pacarnya. Tapi ini masih kita dalami lagi betul tidaknya," jelasnya.

Polres Deli Serdang telah menetapkan pendeta Handerson sebagai tersangka pembunuhan terhadap Rosalia Cici Maretini Siahaan.

Kepolisian menjeratnya dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun.

Istri Terus Menangis di Rumah
I Br Ginting, istri pendeta Henderson Sembiring Kembaren tak berani keluar dari dalam rumahnya setelah suaminya itu ditangkap oleh pihak kepolisian.

Di dalam rumahnya di Dusun VI Desa Nogo Rejo Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang, I Br Ginting terus menangis.

Dia pun tidak bersedia menemui saat wartawan mendatangi rumahnya pada Jumat siang.

Kakaknya, M Br Ginting mengatakan kalau adiknya itu terus-menerus menangis di dalam kamar setelah mengetahui sang suami ditangkap oleh polisi karena kasus pembunuhan.

Sang istri dan keluarga hingga saat ini pun belum bisa percaya Henderson melakukan perbuatan sekeji itu terhadap Rosalia.

"Tadi malam enggak bisa tidur dia. Ya menangis saja kerjanya, karena memang enggak sangka bisa seperti itu. Sebenarnya rumahku di Biru Biru, tapi karena kejadian ini datanglah aku kemarin. Adikku ini selama ini enggak pernah berbuat yang aneh aneh, enggak pernah lah menjelekkan nama keluarga,"ujar M Br Ginting.

Saat awal pertama awak Tribun Medan datang ke rumah Henderson ini, M Br Ginting sempat mengaku dirinya lah istri Henderson.

Namun, akhirnya dia mengakui kalau ia hanyalah kakak ipar dari pendeta Handerson.

"Adikku belum siaplah jumpa wartawan. Nangis saja dia itu. Untung ada anak anaknya yang menyuruhnya untuk kuat,"katanya.

Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved