Ketua PGI Sumut Kecewa terhadap Perilaku Pendeta Henderson, Tersangka Pembunuh Rosalia boru Siahaan

Sebagai pendeta seharusnya menebarkan kasih sayang dan tidak membuat hal-hal tercela, karena dalam ajaran mana pun dilarang membunuh

Ketua PGI Sumut Kecewa terhadap Perilaku Pendeta Henderson, Tersangka Pembunuh Rosalia boru Siahaan
Facebook
Keluarga menangisi jasad Rosalia Cici Siahaan sebelum dikebumikan 

SRIPOKU.COM - Kasus pembunuhan terhadap Rosalia Cici Siahaan yang diduga dilakukan oleh Pendeta Henderson Sembiring menarik perhatian khalayak ramai.

Terkait kasus tersebut, Ketua Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Sumatera Utara Pendeta Darwis Manurung angkat bicara terkait status Pendeta Henderson.

Pendeta Darwis Manurung mengatakan Pendeta Henderson Sembiring Kembaren bukanlah bagian dari PGI.

"Gereja Sidang Rohkudus Indonesia, bukanlah bagian dari PGI, mereka itu berdiri sendiri. Pendetanya juga sendiri, kami dari PGI tidak melakukan pengawasan sama mereka," ujar Pendeta Darwis melalui sambungan telepon, Jumat (1/6/2018).

Baca: Pendeta Henderson Sembiring yang Diduga Bunuh Jemaatnya Tiba-tiba Ketakutan di Kantor Polisi

Pendeta Darwis pun menjelaskan pendeta-pendeta di gereja yang bergabung dengan PGI berada dalam pengawasan badan PGI.

Selain itu, ada juga pengawasan dari Sinode gereja, tempat pendeta bertugas.

Proses lainnya, untuk menjadi pendeta di gereja yang tergabung dengan PGI, seseoang harus terlebih dahulu menempuh sekolah pendeta.

"Pendeta di PGI harus sekolah. Kalau di gereja yang tidak terdaftar di kami, ada yang diangkat sendiri, karena ayahnya pendeta, atau kakeknya pendeta. Gerejanya juga biasanya didirikan sendiri oleh pendetanya," ujar Darwis.

Meski demikian, Darwis menyampaikan kekecewaannya terhadap perilaku yang dilakukan Pendeta Henderson tersebut, karena membuat nama gereja tercemar. Apalagi perilaku bejatnya adalah hal yang sangat dilarang dalam ajaran agama mana pun.

"Sebagai pendeta seharusnya menebarkan kasih sayang dan tidak membuat hal-hal tercela, karena dalam ajaran mana pun dilarang membunuh. Ini dia sudah melanggar perintah Tuhan. Hal demikian sangat tidak bisa ditolerir dalam PGI, " ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved