1 Juni Diperingati Hari Lahir Pancasila, Ustaz Felix Siauw Beberkan Hubungan Pancasila & Islam
Mencoba sedikit kembali ke masa lalu, dengan membahas segala bentuk perbedaan yang ada di keluarganya (baca:keyakinan)
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Seperti yang diketahui jika hari ini, merupakan hari libur nasional untuk memperingati hari lahir Pancasila.
Sudah dua tahun ini atau tepatnya dimulai tahun 2017 lalu, setiap tanggal 1 Juni yang merupakan hari lahir Pancasila, ditetapkan sebagai hari libur secara nasional.
Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung, pada 1 Juni 2016.
Di sosial media, warganet sibuk memberikan ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila dalam status terbarunya demi melambangkan rasa nasionalisme.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Ustaz Felix Siauw.
stad Felix Siauw memang sangat rutin mengunggah beberapa tulisan di akun Instagram pribadinya.
Bahkan tak jarang para followersnya hingga menangis membaca tulisan sang Ustad berkulit putih tersebut.
Baca: Natasha Rizky Hamil Anak Ketiga, Desta Pamer Foto USG & Unggah Tulisan Menggelitik untuk Anaknya

Bagi yang belum tahu atau mengenalnya, Felix Siauw adalah seorang ustad beretnis Tionghoa-Indonesia.
Ia menjadi seorang mualaf semenjak masa kuliah dan bergabung menjadi salah satu aktivis gerakan Islam, Hizbut Tahrir Indonesia.
Baru-baru ini, sekitar 14 jam yang lalu dalam akun Instagram pribadinya yang saat ini memiliki pengikut 1.9 juta, Ustad Felix arti dari Pancasila di zaman sekarang.
Baca: Ajak Irma Darmawangsa Ibadah Bareng, Ricky Cuaca Buat Netter Bingung Soal Keyakinannya
Dalam unggahannya ia menuliskan bagaimana penerapaan makna Pancasila yang ia dapatkan selama hidupnya.
Mencoba sedikit kembali ke masa lalu, dengan membahas segala bentuk perbedaan yang ada di keluarganya (baca:keyakinan), namun ia sadar jika dengan berbeda-beda itulah, ia paham arti dari saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Namun ia juga menambhakan bagaimana Pancasila diartikan dengan penerapan yang salah.
Begini tulisan selengkapnya:
Tafsir Pancasila Zaman Now
" Saya rasa pendidikan keberagaman saya cukup lumayan.
Saya cina dan istri saya jawa, anak-anak saya papan catur, perempuan putih, lelaki hitam, lelaki putih dan perempuan hitam.
Bapak dan Ibu saya Katolik, saya sekeluarga Muslim
Di keluarga lebih besar lagi, Nenek saya Buddha, teman-teman saya Kristen Protestan, ada juga yang atheis, banyak yang agnostik.
Saya pernah tinggal di Sumatra dan Jakarta, pulang kampung ke Jawa Tengah, lumayan khatam soal perbedaan

Beragam jelas-jelas akan banyak beda, tapi nggak pernah jadi masalah di keluarga besar saya, kita nggak harus ngaku paling Pancasilais untuk saling memahami perbedaan, saling menghargai pendapat, terlepas beda apapun.
Ibu Bapak saya nggak pernah komplain kalau saya merusak persatuan keluarga apalagi negara, mereka nggak pernah nuduh bahwa saya suka mengkafirkan, apalagi membuat ketegangan antarumat beragama.
Saya pun malah jadi lebih menghormati dan menyayangi mereka setelah mengenal Islam, sebab Islam itu agama yang keren, bisa mengubah kebencian saya pada orangtua menjadi cinta, agama ini agama kasih sayang
Islam bagi saya justru terbaik dalam urusan toleransi, menjaga kerukunan, mempersatukan.
Lha, kita kira Pancasila itu dari mana? Ya dari Islam, sebab Pancasila nggak bakal bisa sempurna diartikan, kalau nggak pake Al-Qur'an
Tapi sekarang kita lihat, Pancasila ini lagi disandera oleh mereka yang ngakunya paling Pancasila, paling NKRI.
Untuk apa? Ya untuk menyudutkan yang mereka nggak suka, dan dalam kasus yang sekarang, yang disudutkan itu Islam dan Muslim
Mereka ini justru yang kita lihat beringas, nggak bisa menerima beda, nggak mau diajak diskusi apalagi musyawarah, bisanya hanya persekusi dan marah-marah, membuat ketegangan, memprovokasi, main hakim sendiri
Beda konsep dikit yang lain dituduh radikal, beda fiqih dikit lalu langsung dituduh ISIS dan wahabi, beda amalan dikit langsung dituduh Islam arab.
Lha, siapa yang nggak bisa nerima perbedaan kalau gini caranya?
Lebih-lebih yang diharap menanamkan Pancasila, justru nggak peka.
Gaji ratusan juta dianggap wajar, sementara rakyat susah.
Tenggang rasa, tepa selira, cuma teori, yang penting teriak, saya Pancasila!," tulis Felix.
Baca: Mulai 9 Juni 2018 Turis Indonesia Dilarang Masuk ke Israel, Tempat Berdirinya Masjid Al-Aqsa
Unggahan tersebut juga banyak menarik komentar lain dari warganet, seperti ini:
risza.m semoga mereka mereka dan saya dan kita semua bisa meraih hidayah Allah SWT
ichiiin Mak jleeeeeeeb bangeeeettt
nugrohoo95 Luaar biasa ustadz ini
latifa_sahabat_umroh Aku suka aku suka.. Semoga yg ngerasa baca, yg baca ngerasa.. Ust @felixsiauw emang top.. Daleem bgt..
nok_geulis4797 Semangat Ustad...
vitrilicious Makjleb!
hendrapermana7771 Mantap
(Sripoku.com/Rizka Pratiwi Utami)