Berita Palembang

Sahur di Lorong Basah Night Culinary Sepi Peminat, Warga Lebih Pilih Makan Sahur Bareng Keluarga

Destinasi kuliner ramadan di Lorong Basah Night Culinary Pasar 16 Ilir Palembang yang hingga ramadan kesepuluh masih sepi peminat

Sahur di Lorong Basah Night Culinary Sepi Peminat, Warga Lebih Pilih Makan Sahur Bareng Keluarga
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Puluhan masyarakat santap malam di Lorong Basah Night Culinary Pasar 16 Ilir Palembang, Sabtu (26/5/2018) malam. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Destinasi kuliner ramadan di Lorong Basah Night Culinary Pasar 16 Ilir Palembang yang hingga Ramadan kesepuluh masih sepi peminat, Minggu (27/5/2018).

Berbeda dengan hari-hari biasanya, wisata kuliner malam yang diubah menjadi tempat santap sahur selama Ramadan 1439 H ini tak terlalu ramai pengunjung.

Kendati banyak para pedagang menjajakan beragam jenis kuliner, namun tampaknya wong kito lebih memilih santap sahur di rumah bareng keluarga tercinta.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini mengaku antusias para pengunjung di wisata kuliner Ramadan tersebut cenderung biasa-biasa saja tak seperti malam selain bulan puasa.

"Pengunjung selama bulan Ramadan biasa-biasa saja tak seramai malam sebelum puasa," katanya, Minggu (27/5/2018).

Puluhan masyarakat santap malam di Lorong Basah Night Culinary Pasar 16 Ilir Palembang, Sabtu (26/5/2018) malam.
Puluhan masyarakat santap malam di Lorong Basah Night Culinary Pasar 16 Ilir Palembang, Sabtu (26/5/2018) malam. (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Baca:

Penampakan Rumah Roy Kiyoshi, Luar Tampak Biasa, Saat Masuk Ada Ruangan Khusus yang Bikin Bergidik!

Order Go-Food Di Hari Ulang Tahunnya, Siapa Sangka Cewek Ini Justru Dapatkan Hal Ini, Selamat Ya!

Seperti diketahui, untuk terus menghidupkan wisata malam hari pemerintah Kota Palembang melalui dinas pariwisata membuat terobosan anyar dengan membuka wisata lorong basah night culinary bagi warga Palembang yang hendak makan sahur.

Isnaini mengatakan, selama bulan Ramadan para pedagang menjajakan makanannya mulai pukul 20.00 atau setelah solat tarawih dan tutup hingga waktu sahur tiba.

Namun, karena pengunjung kurang berminat lantas membuat para pedagang tidak berjualan hingga waktu sahur tiba.

"Kalau dibandingkan malam biasanya ramai, tapi kalau untuk sampai sahur sepi. Karena warga tak ada yang beli, jadi pengunjung juga cepat tutup," beber Isnaini.

Ia mengungkapkan kondisi seperti ini memang kerap terjadi untuk sesuatu hal yang pertama kali dilakukan termasuk wisata kuliner sahur.

Maka dari itu, ke depan pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih mengetahui lagi bahwa kota pempek memiliki wisata kuliner malam hari di bulan puasa.

"Tapi ini hal biasa kalau pertama kali, mudah-mudahan tahun depan wisata santap sahur ini lebih ramai lagi. Karena tahun depan sudan banyak yang tahu" Harapnya. (*)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved