Waktu Kecil Jadi Badut, Anak Tukang Cuci Ini Kini Jadi Polisi

Upah yang didapatkan dari menjadi seorang badut, digunakan Andri untuk membeli buku dan biaya transportasi ke sekolah.

Editor: Sudarwan
Dok Pribadi
Bripda Andri bersama ibunya, Iriana 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Banyak kisah inspiratif mengenai perjuangan hidup masyarakat kalangan bawah yang kemudian menjadi orang sukses.

Kunci kenapa mereka bisa berhasil menggapai cita-citanya antara lain berkat ketekunan, kesabaran, tak pantang menyerah, keyakinan dan kekuatan doa, terutama doa orangtua.

Berikut ini adalah kisah perjuangan anak seorang tukang cuci di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Baca: Jet Li Divonis Penyakit Mematikan, Hipertiroidisme, Berikut Gejala Penyakit Tersebut!

Dia adalah Andri.

Untuk mencapai cita-citanya, Andri harus melakukan perjuangan dan jalan yang cukup panjang.

Setelah dua kali gagal mencoba peruntungan, kini Andri berhasil menjadi seorang polisi dengan pangkat Bripda.

Hanya keyakinan bahwa tak ada perjuangan yang sia-sia menjadi penyemangat Andri.

Andri lahir di Pangkalpinang, 9 November 1996.

Saat Andri berusia 9 tahun, ayahnya meninggal dunia.

Andri pun dibesarkan oleh ibunya yang bekerja sebagai buruh cuci harian.

Untuk biaya sekolah, selain dari penghasilan ibunya, kakak Andri juga turut membiayai.

Baca: Dinilai Bisa Redam Aksi Teror, Kapolri Minta Pernyataan Aman Abdurrahman Ini Diviralkan

Setiap pulang sekolah, Andri membantu kakaknya berjualan buah.

Sejak SMP, ia juga bekerja sebagai badut yang mengisi acara ulang tahun anak-anak.

"Pada saat SMP kelas 2, saya mulai bekerja diajak teman saya untuk dekorasi ultah anak-anak sekaligus menjadi badutnya," kata Andri kepada Kompas.com, Jumat (25/5/2018) siang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved