Berita Palembang

Soal Nama Mubaligh Dirilis Kemenag Muhammadiyah Sumsel Khawatir Terjadi Perpecahan

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel Prof Dr Romli mengatakan, dirinya tak mengetahui pasti maksud Kemenag mengeluarkan nama nama tersebut.

Soal Nama Mubaligh Dirilis Kemenag Muhammadiyah Sumsel  Khawatir Terjadi Perpecahan
SRIPOKU.COM/YULIANI
Ketua Umum PWM Sumsel, Prof Dr H Romli, SA, M.Ag (jas abu-abu) saat memberikan keterangan terkait penetapan 1 Ramadan 1438 Hijriah di kantor PWM Sumsel, Senin (8/5/2017). 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan rilis rekomendasi 200 nama ulama dan mubaligh.

Namun pro kontra muncul pasca keluarnya nama nama ulama yang dirilis tersebut.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel Prof Dr Romli mengatakan, dirinya tak mengetahui pasti maksud Kemenag mengeluarkan nama nama tersebut.

"Saya tak tau apa maksud Kemenag ya. Mayoritas nama yang masuk berpendidikan hingga S3 dan memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris. Apakah karena pendidikan itu mereka masuk. Atau yang lain saya belum menemukan maksud dari kebijakan itu, "katanya, Selasa (22/5/2018) saat dihubungi..

Menurut dia, jika Kemenag hanya merilis dan mengumumkan 200 nama muballigh/penceramah secara resmi maka kesannya hanya 200 orang yang nama itu saja yang diakui sebagai muballigh dan yang tidak disebut tidak diakui.

Padahal ada ribuan ulama yg sangat kompeten yang langsung membina umat.

" Tapi saya tidak tahu apa latar belakangnya Kemenag mengumumkan itu dan atas dasar masukan dari siapa dan kriterianya apa,"katanya.

Begitu pula kesannya seolah-olah mereka yang 200 orang itu saja yg berhak jadi muballigh dan penceramah. Hal ini bisa memecah belah umat sekaligus mengkotak kotakan ulama, maka pihaknya sangat menyayangkan hal itu terjadi.

Sebab kata dia, kebijakan yang dilakukan oleh Kemenag bisa memecah belah umat.

Tentu hal ini sangat disayangkan jika benar benar terjadi. Sebab saat ini kata dia, peran mubaligh saat ini sudah dirasa cukup untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Ada banyak nama ulama yang tidak masuk. Apa artinya yang tidak masuk atau ulama yang masuk?, "katanya.

Romli mengatakan, beberapa tokoh Muhammadiyah di pusat ada yang masuk dalam daftar list tapi ada juga beberapa tokoh yang tak masuk.

" Kalau di Sumsel memang tak ada yang masuk. Karena mungkin ini baru ditataran pusat, "katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved