Berita Palembang

Jelang Arus Mudik, BBPJN Akui Perbaikan Jalan di Sumsel Masih Terkendala Dana, Dilakukan Bertahap 

Menjelang arus mudik dan arus balik lebaran, faktor yang paling utama harus diperhatikan adalah infrastruktur jalan.

Jelang Arus Mudik, BBPJN Akui Perbaikan Jalan di Sumsel Masih Terkendala Dana, Dilakukan Bertahap 
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Kepala BBPJN Wilayah V Zamharir Basuni saat diwawancarai, Selasa (22/5/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menjelang arus mudik dan arus balik lebaran, faktor yang paling utama harus diperhatikan adalah infrastruktur jalan.

Bahkan untuk di wilayah Sumatra Selatan, tercatat masih cukup banyak jalan yang tidak mulus dan dalam upaya perbaikan.

Berdasar data dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V, jalan nasional yang termasuk dalam kategori rusak ringan yakni 264,3 kilometer dan rusak berat sebanyak 75,03 kilometer dari total jalan nasional sepanjang 1.600,1 kilometer.

Baca: Penjual Takjil Sebabkan Ruas Jalan Desa Gumawang Belitang OKU Timur Macet

Kepala BBPJN Wilayah V Zamharir Basuni mengungkapkan, perbaikan tengah dilakukan di jalan nasional yang menjadi wewenangnya menjelang arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

"Sebenarnya secara umum, kerusakan jalan tidak begitu parah. Hanya saja memang ada sejumlah titik yang masuk kategori rusak berat dan saat ini sedang ditangani serius," jelasnya, Selasa (22/5/2018).

Seperti halnya di Jalan Lingkar Timur Prabumulih dan Jalan Lintas Tengah di Musi Banyuasin yang rusak berat.

Untuk perbaikan di Prabumulih hanya bisa dianggarkan untuk perbaikan jalan sepanjang 2,5 kilometer saja. Hal itu dikarenakan keterbatasan anggaran yang dialokasikan tahun ini.

Baca: Tahun 2018 Dianggarkan Rp 40 M Untuk Perbaikan Jalan Seputaran Wilayah Palembang, Berikut Lokasinya

Ia mengakui, jalan di Prabumulih itu masuk dalam kategori rusak berat karena jalan ini merupakan jalan utama bagi kendaraan angkutan barang dan hasil bumi sehingga memiliki tonase yang cukup berat, sementara daya tampungnya yidak memenuhi.

"Kalau mau perbaiki seluruhnya, anggaran kita tidak mencukupi. Karenanya perbaikan dilakukan bertahap," ujarnya.

Zamharir menuturkan untuk di kawasan Musi Banyuasin tepatnya di Desa Lumba Jaya, selama ini kerusakan jalan akibat dari aliran sungai yang deras dan menggerus ruas jalan. Bahkan kerap terjadi longsor pada badan jalan.

Baca: Warga Keluhkan Bahu Jalan Muaradua-Jaga Raga Membelukar

"Kami sedang berupa mencari jalan agar longsor tidak terjadi kembali. Perbaikan di jalan ini adalah utama bagi kami karena ini merupakan jalan lintas tengah Sumatra yang menghubungkan Sumsel dengan Jambi, Padang dan sebagainya," jelasnya.

Ia menargetkan sebelum lebaran perbaikan jalan ditarget dapat selesai. Sehingga dapat dilalui pemudik. Sementara untuk Jalintim, kata dia, sejumlah perbaikan juga sudah dilakukan di jalur lintas tersebut yang berada di Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir.

"Saat ini proses perbaikan jalan masih berlangsung dan ditarget juga selesai sebelum masa arus mudik lebaran. Beberapa titik jalan yang rusak parah sudah kami perbaiki dengan melakukan pengaspalan dan dalam waktu dekat selesai dan dapat digunakan," ucapnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved