SFC Update

Momen Ramadan Spesial bagi Makan Konate, dalam Waktu Dekat sang Istri Tiba di Palembang

Momen Ramadhan kali ini akan terasa spesial bagi sang Gelandang Sriwijaya FC Makan Konate

SRIPOKU.COM/RM. RESHA A.U
Makan Konate 

Laporan wartawan Sripoku.com,  RM Resha AU

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Momen Ramadan kali ini akan terasa spesial bagi sang Gelandang Sriwijaya FC Makan Konate. Ia berencana memboyong sang Istri ke Indonesia dari negara asalnya.

"Belum, mungkin sebentar lagi dia (istri) tiba di Palembang. Tentunya saya senang sekali, nanti saat sahur dan buka, saya tidak sendiri lagi karena ada yang menemani. Akan lebih semangat beribadah," ungkap Konate saat diwawancarai Jumat (15/5/2018).

Kehadiran sang istri begitu dinanti, lantaran selama merumput di tim berjuluk Laskar Wong Kito, ia hidup ‘membujang’ alias sendiri tanpa ditemani sang istri.

Sama seperti dua pemain muslim lainnya yakni Mahammadou N’Diaye dan Manuchekhr Jalilov.

Seperti diketahui, Zalia yang merupakan istri Makan Konate merupakan adik kandung bek Persipura yakni Abdoulaye Maiga.

Maiga sendiri tak asing bagi publik pecinta Laskar Wong Kito karena termasuk legenda hidup Sriwijaya FC. Zaila saat ini masih tinggal di Mali karena sedang menyelesaikan pendidikan Strata 1 di sana.

Baca:

Sriwijaya FC Lega, Laga Tandang Kontra Perserui Dipindah ke Stadion Gajayana Malang

Bubar dari Duo Bunga, Mendadak Ratna Bongkar Aib Lucinta Luna, Terkuak! Hal Fatal Ini Sebabnya

Makan Konate
Makan Konate (SRIPOKU.COM/RM. RESHA A.U)

Konate berharap, kedatangan Zaila dapat memenuhi kerinduannya akan kuliner khas negara kelahirannya. Walaupun terbilang sederhana, yakni nasi, ayam dan sosis, tapi bagi eks-Persib Bandung hal itu menyimpan kenangan.

"Biasanya kami akan makan satu meja, berbuka puasa bersama. Tapi saya tidak memaksa istri saya nanti harus masak setiap hari, jika malas masak juga tidak apa karena di sini makanan juga enak-enak. Saat puasa ada kolak, saya suka karena rasanya manis. Ada beragam macam minuman dingin juga," tambahnya.

Menurut Konate, Ramadan merupakan bulan yang sangat spesial karena seluruh umat muslim diwajibkan berpuasa. Bagi pemain terbaik ISL 2014 ini yang sudah berprofesi sebagai persepakbola profesional sejak usia belia, bulan Ramadan memberikan sentuhan sendiri di hatinya.

"Selama hampir 11 bulan sibuk dengan beragam urusan, ini saatnya saya benar-benar mendekatkan diri dengan Allah SWT. Dengan berpuasa, menahan lapar, menahan marah dan lainnya memembuat ibadah menjadi lebih khusyu," tuturnya.

Pun demikian, bulan puasa tak mengganggu aktivitas fisiknya sebagai pesepakbola. Ia memperhatikan benar mulai dari pola makan hingga pola latihan, agar performanya selama merumput tak terganggu.

“Kita professional, kewajiban harus dijalani. Kita harus fokus, dan tidak boleh menjadikan puasa sebagai alasan,” jelasnya.(*)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved