Masih Ingat Dian Calon 'Pengantin' Niat Bom Istana Negara Bunuh Presiden, Ternyata Begini Nasibnya

Serangan yang diduga kuat terstruktur ini menyebabkan puluhan nyawa melayang. Tak hanya nyawa 'pengantin' tapi juga mereka yang tidak berdosa.

Masih Ingat Dian Calon 'Pengantin' Niat Bom Istana Negara Bunuh Presiden, Ternyata Begini Nasibnya
Kolase Sripoku.com
Dian Yulia Novi Pelaku bom bunuh diri 

Sosok Dian Yulia, sangat fenomenal.

Dian Yulia Novi (tribunnews)
Dian Yulia Novi (tribunnews) ()

Mantan pekerja migran ini ketahuan membawa satu buah bom panci berdaya ledak tinggi untuk menyerang Istana Negara.

Namun rencana bunuh dirinya ketahuan oleh polisi.

Perempuan berdarah Cirebon ini pun akhirnya diciduk bersama suaminya Muhammad Nur Solikhin, lalu ada juga Suyanto alias Abu Iza dan Wawan Prasetyawan alias Abu Umar.

Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), dalam laporan terbaru mereka yang dirilis 31 Januari 2017, mencatat ada pergerakan nyata tentang para perempuan yang ikut berperan dalam kelompok radikal.

Baca:

Bukan Cuma Inul & Rhoma Irama, Ini 5 Seleb Ogah Sepanggung Sesama Artis, Alasannya Mengejutkan

Gelandang Milik Persib Bandung, Michael Essien Jadi Kapten Chelsea Lawan Inter Milan

Hatta Rajasa Ungkap Bagaimana Menantunya Lawan Penyakit Hingga Maut Menjemput

Penelitian menunjukkan, keterlibatan itu justru atas dasar inisiatif mereka. Perempuan sepertinya juga ingin berjuang dan mengambil jatah dalam penyebaran teror.

Dian Yulia Novi (26), calon bomber yang niat meledakkan Istana Negara tahun 2016 lalu (FACEBOOK)
Dian Yulia Novi (26), calon bomber yang niat meledakkan Istana Negara tahun 2016 lalu (FACEBOOK) ()

"Wanita ingin diakui sebagai pejuang sebagai hak mereka," tulis laporan IPAC.

Keterlibatan para perempuan dalam aksi teror ini mengkhawatirkan. Sebab selain sulit dideteksi, tindakan mereka diyakini bisa memicu motivasi bagi para pelaku teror lainnya.

"Kenekatan pengantin wanita bisa dieksploitasi sedemikian rupa di internal mereka, untuk menyinggung kelaki-lakian mereka agar tidak menjadi wanita berjenggot," ujar pengamat teroris Harist Abu Ulya beberapa waktu lalu.

Pengamat terorisme Harits Abu Ulya mengatakan munculnya "pengantin" (bomber) wanita dalam isu terorisme di Indonesia memunculkan kekhawatiran tersendiri.

Halaman
1234
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved