Inilah Doa Buka Puasa Yang Benar Yang Bibaca Rasulullah, Bukan Doa Yang Selama Ini Kita Baca
Doa yang paling poluler di kalangan masyarakat Indonesia ini merupakan doa yang bersumber dari hadits yang dhaif atau lemah.
Penulis: ewis herwis | Editor: ewis herwis
SRIPOKU.COM-- Puasa pertama bulan Ramadan sudah dilalui, semua dirasakan oleh umat muslim di seluruh dunia dengan suka cita.
Orang pada siang hari disibukkan dengan berbagai menu yang akan disiapkan untuk berbuka di hari yang pertama bulan yang agung ini.
Mulai dari makanan berserta lauk pauknya, buah-buahan serta minuman yang tersedia sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Ketika waktu azan telah tiba, dan saatnya untuk berpuasa janganlah lupa untuk berdoa saat berbuka puasa.
Berdoa saat berbuka puasa hukumnya sunnah dan tidak termasuk rukun serta syarat sahnya puasa tersebut.
Tapi tidak adalah salahnya membacanya karena akan mendapatkan pahala berdoa.
Adapun doa berbuka puasa ini yang paling banyak dikenal masyarakat yaitu:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُبِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Artinya:
"Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka, dengan Rahmat-Mu, wahai Dzat yang Paling Pengasih"
Doa yang paling poluler di kalangan masyarakat Indonesia ini merupakan doa yang bersumber dari hadits yang dhaif atau lemah.

Dikatakan hadits yang dhaif karena hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud dari Mu'adz bin Zuhrah yang memiliki sanad yang terputus.
Seperti yang dikutip dari muslimah.or.id, bahwa penulis kitab Tazirul Khalan min Riwayatil Hadits Hawla Ramadhan menuturkan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalan sunannya (2/316, no. 358).
Abu Daud berkata, ‘Musaddad telah menyebutkan kepada kami, Hasyim telah menyebutkan kepada kami dari Hushain, dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasanya dia menyampaikan, ‘Sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan, ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.’”
Mua’dz ini tidaklah dianggap sebagai perawi yang tsiqah, kecuali oleh Ibnu Hibban yang telah menyebutkan tentangnya di dalam Ats-Tsiqat dan dalam At-Tabi’in min Ar-Rawah, sebagaimana al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Tahdzib at-Tahdzib (8/224).

Dan seperti kita tahu bersama bahwa Ibnu Hibban dikenal oleh para ulama sebagai orang yang mutasahil, yaitu bermudah-mudahan dalam menshohihkan hadits-ed.
Adapun doa berbuka puasa yang dilakukan oleh Rasulullah adalah seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiallahu 'Anhuma berikut ini:
"Rasulullah SAW apabil beliau berbuka, beliau membaca:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
(HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).
Adapun artinya yaitu: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah"
Doa berbuka puasa inilah yang shahih dan dilakukan oleh Rasulullah.